Microsoft kembangkan AI untuk menganalisa tes darah

Microsoft bekerjasama dengan Adaptive BioTechnologies untuk mengembangkan AI yang dapat memindai darah pasien. Nantinya kemampuan ini akan digunakan untuk mendiagnosa masalah kesehatan pasien.

Microsoft kembangkan AI untuk menganalisa tes darah Source: Pexels

Microsoft bekerjasama dengan Adaptive Biotechnologies untuk mengembangkan sebuah AI yang mampu mendiagnosa penyakit dari sampel darah pasien. AI ini diprediksi akan hadir dalam waktu dekat. Setidaknya Microsoft masih membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan untuk mengembangkannya.

Untuk diketahui, banyak informasi kesehatan yang terkandung dalam darah seseorang. Oleh karena itu, pasien kerap diminta untuk melakukan tes darah guna mendapatkan diagnosa penyakit dengan lebih akurat. Dengan kehadiran AI ini, tes darah dapat dilakukan dengan lebih sederhana dalam waktu dekat.


BACA JUGA

Bos Xbox papar strategi gaming di masa depan

Di bawah Satya Nadella, nilai Microsoft jadi USD1 triliun

Bocoran Xbox mendatang akan dukung resolusi 8K, SSD dan ray-tracing


“Hal ini akan terdengar seperti fiksi sains. Dan faktanya, ketika ide tersebut disampaikan orang-orang di Adaptive Biotechnologies kepada saya, saya pun cukup skeptis tentang hal ini, terlepas dari kenyataan bahwa saya merupakan salah satu fans berat Star Trek,” ujar Peter Lee, VP Microsoft Healthcare, sebagaimana dilaporkan Ubergizmo (13/6).

Tes tersebut bekerja dengan menafsirkan informasi tentang sistem kekebalan tubuh pasien. Kemudian, teknologi milik Adaptive itu akan memecah informasi yang berkaitan dengan sel-T. Menurut Lee, hal itu akan mengungkap semua informasi yang diperlukan untuk menentukan dengan tepat mengenai kanker, penyakit dan gangguan imun apa yang dialami tubuh.

Ini bukanlah pertama kalinya AI digunakan untuk keperluan medis. Sebelumnya, sejumlah AI pun digunakan untuk membuat diagnosa penyakit bahkan mendeteksi penyakit kanker serta Alzheimer.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: