Mata buatan ini lebih canggih dari mata asli

Peneliti asal Harvard berhasil mengembangkan teknologi lensa baru. Lensa ini diklaim mampu melampaui keterbatasan mata manusia.

Mata buatan ini lebih canggih dari mata asli Source: Harvard SEAS

Para peneliti asal Harvard berhasil mengembangkan lensa jenis baru yang diklaim lebih memiliki banyak fungsi ketimbang mata manusia. Lensa ini mampu melakukan fokus secara real time berkat adanya otot elastomer. 

Dilansir dari Engadget (22/8), lensa baru yang dikembangkan para peneliti ini tidak hadir dengan ketebalan layaknya lensa spherical lainnya. Bahkan lensa ini memiliki kemampuan yang tidak mampu dimiliki mata manusia, seperti menyesuaikan titik fokus (astigmatisma) dan mendeteksi pergeseran gambar. Dua hal inilah yang membuat penglihatan menjadi kabur. Astigmatisma sendiri merupakan ketidakmampuan mata untuk menyesuaikan fokus benda pada retina. Hal ini mungkin terjadi karena teknologi yang dikembangkan para peneliti tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Wearable ini bisa ciptakan musik sesuai gerakan kamu

Casio G-Shock Mudmaster GG-B100 punya empat sensor

Medali Olimpiade Tokyo 2020 dibuat dari logam daur ulang gadget


Desain mendatar yang digunakan mata buatan baru ini disebut metalens. Desain ini menggunakan struktur nano kecil untuk memfokuskan cahaya. Dengan cara ini, lensa tradisional dapat menggunakan banyak elemen untuk mencapai hasil yang sama. Karena hal itulah lensa tradisional lebih tebal ketimbang lensa jenis baru ini. 

Sebelum ini, para peneliti tersebut hanya mampu memproduksi metalens seukuran sepotong glitter. Ini untuk menunjukkan betapa kecil lensa yang dapat dibuat. Namun dengan penemuan terbaru ini, lensa itu dapat didesain lebih besar dengan diameter sekitar satu sentimeter. Ukuran yang lebih besar akan lebih baik. Pasalnya teknologi ini akan dapat disematkan pada perangkat lain, seperti kamera. 

Namun tampaknya masih butuh waktu lama sampai metalens ini sempurna dan dapat digunakan pada perangkat teknologi komersial. Namun kehadirannya menjanjikan potensi besar di masa depan. Perangkat virtual reality dan augmented reality bisa menjadi lebih kecil dan semakin nyaman digunakan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: