sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
Senin, 29 Jun 2020 11:35 WIB

Lubang hitam ini bisa mengeluarkan cahaya

Para astronom berhasil menangkap momen langka ketika pendaran cahaya muncul dari lubang hitam. Ini diduga terjadi karena tabrakan antar lubang hitam.

Lubang hitam ini bisa mengeluarkan cahaya
Source: Caltech

Saat ini ada banyak entitas dan rahasia di antariksa yang masih belum diketahui dengan pasti. Karena itu pula lah, para astronom dan peneliti terus melakukan pengamatan dan penelitian. Tidak hanya itu, agensi luar angkasa seperti NASA bahkan menjelajah luar angkasa untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak mengenai alam semesta. 

Nah, baru-baru ini sejumlah astronom berhasil menemukan fenomena langka. Tabrakan antar lubang hitam yang diamati dari data gabungan Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) dan detektor Virgo menunjukkan adanya pendaran cahaya dari tabrakan itu. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena adanya interaksi ketiga yang merupakan bagian terbesar. 

Biasanya, tabrakan antar lubang hitam tidak menimbulkan cahaya. Peneliti umumnya hanya mendapati adanya gelombang gravitasi yang dihasilkan tabrakan tersebut. Fenomena munculnya cahaya karena peristiwa itu tidak pernah diketahui sebelumnya. 

Dilansir dari Engadget (29/6), hampir setiap galaksi memiliki lubang hitam yang besar di bagian pusatnya. Lubang hitam ini terbentuk dari lempengan gas raksasa yang memadat menjadi lubang hitam. Ketika hal itu terjadi, lubang hitam baru itu akan terlempar ke arah lain dengan meninggalkan reaksi gas selama beberapa hari atau bahkan minggu setelah gelombang gravitasi muncul. Waktu munculnya cahaya sejalan dengan fenomena ini. Cahaya itu kemudian akan menghilang dalam beberapa bulan. 

Untuk memahami penyebabnya, para astronom mencoba mengesampingkan fenomena lain yang mungkin menjadi penyebabnya, di antaranya lubang hitam yang memakan bintang, supernova atau bahkan suar dari lubang hitam itu sendiri. Kendati begitu, Matthew Graham, profesor astronomi dari Caltech memperingatkan para astronom bahwa mereka tidak bisa begitu saja mengesampingkan peristiwa lainnya. 

Temuan ini bukan bukti mutlak. Namun, cahaya itu memang merupakan hasil dari tabrakan lubang hitam, hal itu dapat memvalidasi teori yang sudah ada dan mewakili aktivitas langka lubang hitam yang bisa diamati. 
 

Share
×
tekid
back to top