sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
Selasa, 11 Feb 2020 17:10 WIB

Label musik ini pakai AI prediksi artis yang bakal populer

Sebuah label musik bernama Snafu Records mengklaim dapat melihat artis mana yang akan populer dalam waktu satu beberapa hari saja.

Label musik ini pakai AI prediksi artis yang bakal populer
Credit : Engadget

AI pada saat ini sudah dipakai berbagai industri untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis atau para pengguna akhir. Beberapa industri yang sudah gencar menggunakan teknologi ini seperti di industri kesehatan, IT, dan beberapa industri lainnya.

Namun, belakangan ini industri hiburan seperti industri musik juga mulai banyak menerapkan AI. Beberapa artis, seperti Björk dan Arca sudah menggunakan teknologi ini untuk membuat aransemen musik baru.

Tapi yang mengejutkan adalah sebuah label baru bernama Snafu Records memiliki ide lain untuk menggunakan AI. Mereka akan menggunakan teknologi ini untuk dapat memprediksi artis mana yang akan bersinar di masa depan.

Mereka mengaku, setiap minggu mereka menggunakan algoritma untuk mengikis sekitar 150.000 trek di tempat-tempat seperti Spotify, YouTube, SoundCloud dan Tiktok. Mereka juga mempertimbangkan posting blog, tweet, dan penambahan daftar putar. Snafu mengklaim peranti lunaknya dapat mengidentifikasi artis "undervalued" dalam beberapa hari setelah mereka merilis lagu pertama mereka,.

Biasanya para ahli baru dapat mendapatkan perkiraan dalam rata-rata empat hingga enam minggu. Snafu mengklaim bahwa AI ini dapat digunakan untuk mempersempit analis mingguan menjadi 15 hingga 20 artis.

CEO Snafu, Ankit Desai mengatakan bahwa label "sweet spot" adalah lagu-lagu yang 70 hingga 75% mirip dengan lagu-lagu di daftar 200 teratas Spotify. Dengan kata lain, mereka mencari artis yang menciptakan musik yang mirip dengan apa yang sudah populer tetapi cukup berbeda sehingga terdengar segar, seperti dilansir dari laman Engadget (11/2/2020).

Meski demikian, dikarenakan merupakan label baru dan AI mereka masih merupakan teknologi baru, masih tidak ada banyak data untuk menilai seberapa sukses pendekatan mereka saat ini. Dari 16 artis dalam daftar Snafu, hanya satu artis populer yang terjaring, yakni MishCatt. 

Disisi lain, beberapa label lain juga sudah menggunakan pendekatan melalui analitik untuk mengoperasikan bisnis mereka. Alat-alat seperti Chartmetric memungkinkan sebuah perusahaan untuk melihat banyak titik data yang sama, seperti apa yang Snafu lakukan.

Jadi apa yang dilakukan Snafu belum tentu merupakan pendekatan baru. Namun mereka menggunakan metode lama dengan menambahkan kemampuan yang sebelumnya belum diimplementasikan secara luas.

Share
back to top