Kecerdasan buatan IBM bisa percepat perawatan glaukoma

Sistem deep learning memperkirakan indeks bidang visual berdasarkan pada pemindaian 3D tunggal saraf optik.

Kecerdasan buatan IBM bisa percepat perawatan glaukoma Source: Pexels

Diagnosis glaukoma biasanya membutuhkan beberapa pengujian yang teliti untuk mengukur kehilangan penglihatan secara akurat. IBM memiliki caranya sendiri, dengan mengandalkan komputer. Dilansir dari Engadget (2/5), cabang penelitian perusahaan tersebut telah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) untuk menemukan data pencitraan retina yang dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengelola glaukoma.

Sistem deep learning memperkirakan indeks bidang visual berdasarkan pada pemindaian 3D tunggal saraf optik. Sehingga memberikan gambaran seputar bagaimana glaukoma telah berkembang dengan akurasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pengujian konvensional.


BACA JUGA

AI Google bisa prediksi kanker paru-paru

AI di masa depan bakal punya kepribadian

Facial Recognition resmi dilarang di San Francisco


Meskipun hal tersebut hanya meletakkan “landasan” untuk teknologi yang dapat mengelola glaukoma, IBM memberi kesan bahwa AI tersebut dapat memainkan peran di masa mendatang. Machine learning telah menunjukkan bahwa ada kemungkinan untuk memprediksi hasil tes penglihatan di masa depan, memberi Anda gambaran tentang bagaimana glaukoma akan berkembang seiring waktu.

Dokter dapat menyesuaikan perawatan berdasarkan apa yang mungkin terjadi ketimbang menebak-nebak. Meskipun tidak ada obatnya, itu dapat memastikan bahwa pasien menghabiskan lebih sedikit waktu untuk bertanya-tanya tentang kondisi mereka dan lebih banyak waktu untuk mendapatkan bantuan.

Glaukoma merupakan sekelompok penyakit mata yang menyebabkan kerusakan saraf optik dan menyebabkan kehilangan penglihatan. Jenis yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka, sedangkan yang kurang umum adalah glaukoma sudut tertutup dan glaukoma tegangan normal.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: