sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
Jumat, 27 Mar 2020 17:08 WIB

Kacamata berbasis AI bantu deteksi penderita Covid-19

Kacamata berbasis AI yang dikembangkan startup bernama Rokid Corp ini diklaim mampu memeriksa suhu tubuh dari berapa ratus orang hanya dalam waktu dua menit.

Kacamata berbasis AI bantu deteksi penderita Covid-19
Source: South China Morning Post

Upaya pencegahan penyebaran corona agar tidak lebih meluas tampaknya menjadi kepentingan yang harus diperhatikan semua orang. Berbagai langkah pun diambil, mulai dari upaya pencegahan secara sosial, medis dan teknologi.

Ya, Tiongkok kabarnya menggunakan sebuah kacamata dengan AI untuk mendeteksi orang dengan Covid-19 di negara tersebut. Kacamata ini kabarnya memang sengaja dikembangkan dalam rangka mengurangi kemungkinan potensi penyebaran corona. Pasalnya beberapa fasilitas publik di Tiongkok sudah mulai dibuka kembali setelah kurang lebih dua bulan ditutup karena pandemi corona.

Untuk diketahui, kacamata ini sebenarnya akan mendeteksi suhu tubuh orang yang tertangkap di dalam framenya. Kacamata berbasis AI yang dikembangkan startup bernama Rokid Corp ini diklaim mampu memeriksa suhu tubuh dari berapa ratus orang hanya dalam waktu dua menit.

Dilansir dari South China Morning Post (27/3), kacamata pintar ini hadir dengan bobot 100 gram dan didesain layaknya kacamata hitam biasa. Sebuah kamera dan kabel akan terpasang di kacamata tersebut. Setiap perangkat akan mengirimkan peringatan jika mendeteksi subjek dengan ciri-ciri deman dan bahkan membuat rekaman digitalnya. Tidak hanya itu, kacamata ini juga mendukung face recognition dan sejumlah pekerjaan lainnya.

Tetapi perlu diketahui bahwa cara ini belum terbilang menjadi solusi terbaik untuk mencegah penyebaran corona. Demam memang menjadi salah satu indikasi utama seseorang terinfeksi corona. Namun, dalam beberapa kasus, penderita justru tidak mengalami gejala apa pun, walaupun pada dasarnya ia sudah terinfeksi virus ini.

Meski begitu, unggahan mengenai kacamata pintar buatan Rokid ini sudah mendapat lebih dari 7000 like di Weibo. Hal ini tampaknya mengindikasikan kalau publik Tiongkok menerima teknologi ini dengan baik. Padahal ada sejumlah data pribadi yang dikumpulkan, seperti wajah dan identitas diri.

Share
back to top