Ini penyebab meledaknya Crew Dragon saat uji coba

Beberapa bulan lalu, kapsul Crew Dragon milik SpaceX meledak ketika melakukan uji coba. SpaceX akhirnya memngumumkan penyebab ledakan tersebut.

Ini penyebab meledaknya Crew Dragon saat uji coba Source: SpaceX

SpaceX boleh gembira karena pengujian penerbangan tanpa awak ke stasiun angkasa internasional (ISS) berjalan dengan lancar. Oleh karenanya, agensi antarikasa milik Elon Musk ini langsung mempersiapkan diri dengan serangkaian uji coba lain agar bisa membawa astronot ke luar Bumi. 

Bulan April lalu, Crew Dragon kembali diuji coba. Kala itu ujian yang harus dilalui adalah menembakkan pendorong Crew Dragon sekaligus dengan kekuatan penuh. Ini akan mensimulasikan keadaan di angkasa ketika roket yang membawa Crew Dragon mengalami masalah. Untuk itu kapsul tersebut harus segera memisahkan diri dari roket untuk menjaga keselamatan para astronot di dalamnya. 


BACA JUGA

Ilmuwan soroti dampak negatif StarLink

Ide gila Starlink wujudkan internet berskala global

Internet Starlink dari SpaceX sudah dapat digunakan setelah enam kali peluncuran satelit


Sialnya, uji coba itu harus berakhir dengan kegagalan. Kapsul yang seharusnya mengamankan orang di dalamnya justru meledak ketika uji coba sedang berlangsung. SpaceX mengklaim ledakan ini terjadi sekitar 100 ms sebelum seluruh pendorong Draco dinyalakan. 

Waktu itu, SpaceX belum memberitahu alasan meledaknya kapsul tersebut. Katanya, mereka akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Untungnya, ledakan ini masih terjadi di darat, tanpa ada astronot di dalamnya. Lebih-lebih, uji coba ini merupakan inisiatif SpaceX untuk mempersiapkan diri menjalani uji coba resmi dari NASA

Baru-baru ini SpaceX akhirnya mengumumkan dalang dibalik meledaknya Crew Dragon. Menurut agensi itu, ledakan tersebut terjadi karena bocornya oksidator cair ke tabung helium bertekanan tinggi. Oksidator inilah yang sebenarnya bertugas untuk membantu menyalakan bahan bakar roket yang membawa Crew Dragon. 

Menurut Hans Konigsmann, VP SpaceX, cairan itu melewati katup titanium dengan kecepatan yang sangat tinggi. Imbasnya, kerusakan struktural komponen pun terjadi, memicu reaksi dan akhirnya menghancurkan Crew Dragon. SpaceX kabarnya sudah mengganti katup tersebut dengan burst disk, sebuah lempeng yang didesain untuk melindungi tekanan dari sebuah tabung vakum. Lempeng ini akan pecah ketika katup pengaman tidak dapat menangani tekanan dengan baik untuk menyegel katup tersebut. Respon burst disk ini kabarnya bersifat instan. 

Untuk diketahui, Crew Dragon dibekali dengan delapan pendorong Draco untuk bermanuver di lingkungan tanpa gravitasi di luar sana. Crew Dragon sendiri merupakan bagian dari kerjasama SpaceX dengan Commercial Crew Program milik NASA. Program ini bertujuan untuk mengangkut manusia ke luar angkasa dari Amerika. Selama ini, NASA mengirim astronotnya melalui Rusia dengan biaya yang sangat besar. 

Belum diketahui apa dampak ledakan ini bagi kelangsungan misi yang diemban SpaceX. Sebenarnya SpaceX dijadwalkan untuk mengangkut astronot dengan kapsul Crew Dragon bulan ini. Namun sebelum sampai ke situ, Crew Dragon harus lulus uji Abort Test, yang justru berakhir dengan meledaknya kapsul itu. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: