Ini dia video 8K dari luar angkasa

NASA dan ESA merekam video eksperimen yang membandingkan tanaman yang ditanam di luar angkasa dengan yang tumbuh di Bumi.

Ini dia video 8K dari luar angkasa

NASA dan European Space Agency (ESA) bekerja sama merekam video baru tentang astronot di International Space Station (ISS). Dilansir dari Engadget (3/11), video ini memiliki resolusi 8K ultra high definition, menggunakan kamera RED Helium 8K.

Kamera tersebut dikirim ke ISS pada bulan April lalu oleh misi pasokan kargo SpaceX, dan video baru tersebut menunjukkan astronot yang tinggal di ISS saat mereka bekerja dan melakukan eksperimen. Beberapa eksperimen yang ada di dalam video adalah video investigasi, yang menggunakan sekuensing DNA untuk mengidentifikasi mikroba di stasiun luar angkasa tersebut.


BACA JUGA

Wahana NASA kirim sinyal dari Kuiper Belt

Ilmuwan China bisa ubah tembaga jadi emas

Rusia uji rudal berkecepatan 5 kali kecepatan suara


Ada pula sebuah video eksperimen yang membandingkan tanaman yang ditanam di luar angkasa dengan yang tumbuh di Bumi. Video lainnya merupakan studi BCAT-CS yang menyelidiki kekuatan dinamis di antara partikel sedimen.

“Kami senang untuk merangkul teknologi baru yang meningkatkan kemampuan kami dalam melibatkan audiens dalam penelitian stasiun luar angkasa. Setiap peningkatan kualitas gambar, membawa orang di Bumi lebih dekat dengan pengalaman di luar angkasa, memungkinkan mereka untuk melihat apa yang dilakukan astronot demi meningkatkan kehidupannya, serta memungkinkan umat manusia untuk menjelajahi alam semesta,” kata Assistant Program Scientist, ISS, David Brady.

NASA juga pernah merilis beberapa video 4K, termasuk menunjukkan apa yang terjadi ketika Anda menggabungkan tetesan air dan pewarna makanan di lingkungan sangat minim gravitasi. Video terbaru NASA memiliki resolusi 8K, yang mana belum ada televisi dengan resolusi setinggi itu. Meski demikian, jika suatu hari televisi 8K menjadi mainstream, setidaknya agensi luar angkasa AS tersebut sudah memiliki konten untuk diputar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: