sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id oppo
Jumat, 30 Des 2022 16:19 WIB

Ini beragam misi ke Bulan yang akan dilakukan tahun 2023

Ada beragam negara yang ingin melakukan misi ke Bulan untuk berbagai tujuan. Berikut adalah negara-negara beserta misinya ke Bulan di tahun 2023.

Ini beragam misi ke Bulan yang akan dilakukan tahun 2023

Misi NASA Artemis I baru-baru ini yang melibatkan pesawat ruang angkasa berawak astronot, melakukan terbang melintasi Bulan. Penerbangan Orion, yang berakhir pada 11 Desember setelah 25 hari di luar angkasa, dilakukan menjelang lima misi lagi yang menargetkan Bulan pada tahun 2023, yang diselenggarakan oleh banyak negara. Sementara itu, Berikut adalah berbagai misi negara menuju bulan pada tahun 2023 yang dilansir dari Digital Trends:

Hakuto-R Mission 1 (Jepang)

Jepang bertujuan untuk membuat misi pendaratan (lander) Bulan komersial yang mampu mengerahkan banyak muatan ke permukaan Bulan. Pada misi uji coba ini, lander Hakuto-R akan berusaha mengerahkan penjelajah bernama Rashid dari Uni Emirat Arab sebagai bagian dari misi Bulan pertama bangsa Arab. Roket SpaceX Falcon 9 diluncurkan awal bulan ini, dengan lander akan mencapai permukaan Bulan pada bulan April.

Lunar Flashlight (AS)

Lunar Flashlight seukuran koper melakukan perjalanan ke luar angkasa dengan lander Hakuto-R. Pesawat luar angkasa itu tidak akan mendarat di permukaan Bulan, melainkan akan menghabiskan tiga bulan ke depan menggunakan laser untuk mencari air es di kawah Kutub Selatan Bulan. Kawah-kawah ini secara permanen berada dalam bayangan sehingga tidak pernah terkena sinar matahari selama miliaran tahun.

Chandrayaan-3 (India)

Misi ini akan melibatkan kendaraan peluncur angkut berat GSLV Mark 3 yang mendorong modul pendaratan dan robot penjelajah menuju Bulan pada Juni 2023. Misi ini mengikuti Chandrayaan-2, yang berakhir buruk pada 2019 ketika lander mendarat keras di permukaan bulan. Robotnya akan membawa seismometer, eksperimen aliran panas, dan spektrometer, serta menjelajahi Kutub Selatan Bulan.

Luna 25 (Rusia)

Rusia bertujuan untuk meluncurkan misi Luna 25 pada bulan Juli setelah beberapa penundaan. Ini melibatkan penempatan roket riset di Bulan untuk mengumpulkan sampel dari wilayah Kutub Selatannya.

Tujuan utama dari misi ini adalah untuk mempelajari komposisi regolith kutub dan untuk menyelidiki komponen plasma dan debu dari eksosfer kutub Bulan. Lander-nya menampilkan berbagai instrumen sains yang mencakup lengan robot yang akan digunakan untuk mengangkat dan mengumpulkan regolith di permukaan.

DearMoon (AS)

Misi ambisius ini telah direncanakan untuk tahun 2023. Penerbangan ini akan menggunakan pesawat ruang angkasa Super Heavy dan Starship milik SpaceX untuk mengirim miliarder Jepang Yusaku Maezawa dan depaman penumpang sipil tambahan untuk terbang melintasi bulan.

Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah, SpaceX belum menguji Super Heavy. Penerbangan orbit pertama dari roket ini diperkirakan berlangsung pada awal 2023. Misi Bulan yang akan datang itu dapat memberikan data penting bagi negara-negara yang tertarik untuk membangun pangkalan di Bulan tempat para astronot dapat tinggal dan bekerja untuk waktu yang lama.

Share
×
tekid
back to top