Ilmuwan penasaran dengan hilangnya metana di Mars

Kandungan gas metana di Mars kerap timbul tenggelam. Hal ini menggelitik rasa ingin tahu para ilmuwan terkait planet merah itu.

Ilmuwan penasaran dengan hilangnya metana di Mars Source: Google

Mars kerap menjadi objek penelitian para ilmuwan untuk menguak misteri kehidupan lain di angkasa. Pasalnya Mars diketahui mengandung unsur-unsur yang ternyata mendukung kehidupan. Misalnya jejak air dan gas metana.

Namun belakangan ini, para ilmuwan sempat dibuat heran dengan menghilangnya jejak metana di planet merah tersebut. Hal itu diketahui setelah ExoMars Trace Gas Orbiter (TGO) menganalisis kandungan atmosfer di Mars menggunakan NOMAD (Nadir and Occultation for Mars Discovery). Terungkap bahwa metana tidak dapat ditemukan hingga ke tingkat deteksi yang sensitif, yakni 50 bagian per triliun. Padahal pemindaian sudah dilakukan di seluruh bagian planet.


BACA JUGA

Jembatan ini tampak hidup berkat beragam sensor

Ilmuwan berhasil ubah limbah plastik jadi bahan bakar jet

Mobil pengiriman barang otonom mulai diproduksi massal di Cina


Perlu diketahui, kandungan metana sangat penting bagi penunjang kehidupan makhluk hidup. Metana bahkan disetarakan gas rumah kaca lain, seperti oksigen dan karbondioksida. Tak hanya itu, metana dikenal sebagai sumber energi yang potensial.

Yang semakin menambah kebingungan para ilmuwan tersebut adalah fakta bahwa metana sebelumnya telah ditemukan oleh armada Curiosity milik NASA. Meskipun tidak secara konsisten, namun cukup menjelaskan adanya unsur penunjang kehidupan di planet merah itu. Adapun metana di planet Mars memiliki siklus sendiri dan butuh enam bulan untuk memahami adanya siklus tersebut.

TGO kabarnya akan terus mengumpulkan data hingga 2022 mendatang. Para ilmuwan berharap, di sepanjang ekspedisi ini mereka dapat mendapatkan bukti lebih terkait siklus metana yang terjadi di Mars.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: