sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
Kamis, 17 Des 2020 12:56 WIB

Ilmuwan pasang sensor sangat kecil di tanaman untuk deteksi arsenik

Pengembangan ini berfokus pada dinamika internal jaringan tanaman saat arsenik diambil dari tanah, yang melihat tanaman mengekstrak analit dan mengangkutnya melalui sistem akar.

Ilmuwan pasang sensor sangat kecil di tanaman untuk deteksi arsenik
Singapore-MIT Alliance for Research and Technology; Christine Daniloff, MIT via New Atlas

Layaknya logam berat, arsenik dapat mencemari tanah dan air tanah sebagai efek dari operasi penambangan, dan ini menimbulkan segala macam ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Jenis biosensor baru dapat membantu kita meminimalisir risiko unsur kimia yang sangat beracun tersebut, dengan memanfaatkan tanaman guna memantau kadar arsenik di bawah tanah secara real-time.

Dilansir dari New Atlas (17/12), pada 2018 terdapat proyek penelitian menarik yang menyelidiki lumut air dapat digunakan untuk membersihkan arsenik dari saluran air yang terkontaminasi. Teknologi baru ini, yang dikembangkan oleh tim ilmuwan dari Singapore-MIT Alliance for Research and Technology. Mereka berupaya memanfaatkan kemampuan alami beberapa spesies tanaman untuk menyerap arsenik, tetapi memasangkannya dengan sensor optik skala nano untuk menawarkan pendeteksian secara real-time dari konsentrasi elemen di bawah permukaan tanah.

Pengembangan ini berfokus pada dinamika internal jaringan tanaman saat arsenik diambil dari tanah, yang melihat tanaman mengekstrak analit dan mengangkutnya melalui sistem akar. Tertanam di jaringan tumbuhan, sensor nano optik menunjukkan perubahan intensitas fluorescence tergantung pada serapan arsenik tumbuhan. Dipasangkan dengan elektronik portabel, seperti platform dan kamera Raspberry Pi, sistem ini dapat menawarkan tampilan secara real-time pada konsentrasi logam berat dalam tanah.

Agar bisa mendemonstrasikan bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah kontaminasi pada tanaman yang dapat dimakan, tim dapat menggunakan teknik ini untuk mendeteksi arsenik dalam batang bayam. Kemudian mereka mencobanya ke spesies pakis yang disebut Pteris cretica, yang memiliki kemampuan untuk menyerap dan mentolerir arsenik dalam jumlah besar.

Hal tersebut menawarkan platform bagi tim untuk mengembangkan detektor arsenik ultra-sensitif yang dapat menangkap konsentrasi logam yang sangat rendah hingga 0,2 bagian per miliar. Ini jauh di bawah tingkat kontaminan maksimum 10 bagian per miliar untuk pasokan air kota, sebagaimana ditentukan oleh FDA AS.

Share
×
tekid
back to top