Ilmuwan kembangkan mobil listrik dengan baterai di bodi

Caranya melakukan hal tersebut adalah mengoptimalkan ukuran dan orientasi serat sehingga ada keseimbangan yang baik antara tingkat kekakuan dan sifat elektrokimia yang dibutuhkan untuk menyimpan energi.

Ilmuwan kembangkan mobil listrik dengan baterai di bodi Sumber: Chalmers University of Technology

Jika dibandingkan dengan mobil berbahan bakar cair, kekurangan mobil bertenaga listrik saat adalah ini adalah jarak tempuh yang tidak terlalu jauh. Jika ingin menandingi jarak tempuh mobil berbahan bakar cair, mobil listrik harus memiliki kapasitas baterai yang lebih besar lagi. Dilansir dari Engadget (21/10), para peneliti memiliki solusi agar bodi mobil listrik juga dapat menyimpan tenaga baterai.

Profesor Leof Asp, dari Chalmers University of Technology mengungkapkan, cara melakukan hal tersebut adalah mengoptimalkan ukuran dan orientasi serat sehingga ada keseimbangan yang baik antara tingkat kekakuan dan sifat elektrokimia yang dibutuhkan untuk menyimpan energi.

Meski serat karbon dengan karakteristik yang ramah baterai agak lebih kuat dibandingkan dengan baja, para ilmuwan yakin bahwa para perusahaan mungkin membutuhkan lapisan lebih tebal untuk menghadirkan perbedaannya. Jika bodi mobil bisa menampung tenaga listrik, dikatakan dapat mengurangi bobot hingga 50 persen.

Namun, salah satu penghambat pengembangan ini adalah harga serat karbon yang sangat mahal. Meski sudah menjadi hal umum jika mobil menggunakan bahan tersebut, pasti Anda lebih sering melihat material serat karbon di mobil sport, dan sebagain di mobil bertenaga listik. Para pabrikan mobil listrik mungkin seharusnya menggunakan serat karbon secukupnya jika ingin memberikan manfaat dari penyimpanan baterai namun dengan harga tidak terlalu tinggi.

Satu lagi yang menjadi masalah adalah mungkin durasi pengisian baterai. Saat ini mobil listrik dengan baterai konvensional bisa memerlukan waktu berjam-jam untuk mengisi ulang hingga penuh. Nah, apalagi dengan kapasitas baterai seluruh bodi? Bagaimanapun, teknologi pasti terus berkembang, di sinilah tantangan para ilmuwan dan insinyur ke depannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: