sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
Senin, 07 Mar 2022 17:09 WIB

Ilmuwan ingin panen oksigen dari tanah Mars

ESA (Badan Antariksa Eropa) saat ini dilaporkan tengah mengembangkan perangkat yang dapat mendeteksi bahan kimia di tanah Mars. Kemudian, bahan tersebut akan dijadikan oksigen.

Ilmuwan ingin panen oksigen dari tanah Mars

Dari sekian banyak bahaya yang akan dihadapi penjelajah manusia masa depan di Mars, salah satu yang paling merepotkan adalah bahan kimia yang ada di tanah Mars atau regolith. Namun, bahan kimia ini tidak hanya menjadi penghalang untuk eksplorasi, mereka juga bisa menjadi kunci untuk menghasilkan oksigen yang dapat digunakan di planet yang sebagian besar atmosfernya adalah karbon dioksida itu.

Badan Antariksa Eropa (ESA) sedang mengembangkan perangkat yang dapat mendeteksi bahan kimia yang disebut spesies oksigen reaktif. Ini berasal dari sumber seperti perklorat, garam yang ditemukan di permukaan Mars yang diketahui menyebabkan masalah tiroid dan masalah kesehatan lainnya pada manusia.

Dilansir dari Digitaltrends (7/3), ada dua alasan besar untuk mendeteksi bahan kimia tersebut: Pertama, untuk memastikan penjelajah tidak bersentuhan dengan mereka, dan kedua, untuk memastikan bahwa oksigen yang mereka keluarkan tidak disalahartikan sebagai tanda kehidupan.

Namun, alat pendeteksi seperti itu dapat memiliki aplikasi lain yang berguna juga. “Aspek yang menarik adalah bahwa teknik ini dapat digunakan untuk lebih dari sekadar superoksida,” kata insinyur bahan dan proses ESA, Malgorzata Holynska. “Proyek, yang didukung melalui Elemen Pengembangan Teknologi ESA, akan mencakup desain awal perangkat reaktor skala besar untuk mengekstrak oksigen dari tanah secara berkala. Iradiasi UV matahari kemudian akan mengisi kembali suplai oksigen mereka dalam hitungan jam. Diperkirakan bahwa area seluas 1,2 hektar akan menghasilkan oksigen yang cukup untuk menjaga satu astronot tetap hidup.”

Namun, sulit untuk menguji teknologi yang sedang berkembang ini. Memang ada simulasi tanah Mars, dibuat untuk penelitian berdasarkan apa yang kita ketahui tentang komposisi regolith di sana. Namun, untuk alasan keamanan, simulan ini menghilangkan bahan kimia berbahaya, dan ini sangat penting untuk pengujian. Jadi tim membuat simulasi regolith mereka sendiri, serta menggunakan sampel meteorit Mars dan bulan. Tim tersebut berencana untuk menerapkan ke NASA guna melihat apakah mereka bisa mendapatkan sampel bulan yang sebenarnya dari misi Apollo untuk diuji juga.

“Tujuannya adalah agar detektor harus lebih kecil dari buku saku,” kata pemimpin perusahaan 01 Mechatronics yang berencana memproduksi detektor purwarupa, Dr. Ioannis Markopoulus. “Kemungkinan astronot akan merasa berguna di seluruh rentang misi apa pun ke Bulan dan Mars.”

Share
×
tekid
back to top