sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
Senin, 06 Jul 2020 16:23 WIB

Ilmuwan Harvard berhasil kembangkan robot berbahan kain

Agar dapat menghilangkan kebutuhan akan mesin eksternal, mereka menenun benang berlapis perak konduktif secara elektronik ke dalam bahan yang mereka gunakan untuk robot tersebut.

Ilmuwan Harvard berhasil kembangkan robot berbahan kain
Source: Harvard via Engadget

Robot berbahan tekstil atau kain bukanlah hal yang baru, tetapi biasanya melekat pada mesin eskternal besar yang besar untuk memodulasi tekanan udara di dalamnya sehingga dapat membuatnya bergerak atau berubah bentuk. Karena cara tersebut dapat membatasi aplikasi potensial robot, tim peneliti Harvard bersama-sama mengembangkan robot lunak berbasis tekstil yang dapat mengatur dirinya sendiri tanpa ditambatkan ke mesin apa pun.

Para peneliti dari Wyss Institute Harvard for Biologically Inspired Engineering, John A. Paulson School of Engineering, dan Applied Sciences and Department of Chemistry and Chemical semuanya merancang kain robot yang disebut Smart Thermally Actiating Textiles (STAT), yang terdiri dari kantong tertutup rapat berisi cairan yang dikenal sebagai Novec 7000. Saat dipanaskan, cairan itu menguap, dan volumenya melebar hingga 100 kali lipat untuk mengubah bentuk kain. Tetapi ketika didinginkan, kondensasi kembali menjadi cairan, sehingga mengempiskan kain.

Agar dapat menghilangkan kebutuhan akan mesin eksternal, mereka menenun benang berlapis perak konduktif secara elektronik ke dalam bahan yang mereka gunakan untuk STAT. Benang-benang ini berfungsi sebagai elemen pemanas dan elemen sensor dari kain pintar, memungkinkan perubahan suhu dan tekanan yang diperlukan untuk mengubah fase Novec 7000 dari cairan ke uap dan sebaliknya.

“Dengan kontroler terintegrasi, STAT secara mandiri mempertahankan tekanannya bahkan ketika ditempatkan di lingkungan di mana suhu eksterior berfluktuasi, seperti dekat dengan tabung udara yang secara aktif mendinginkan sistem.”

Dilansir dari Engadget (6/7), para peneliti itu mengatakan bahwa mereka dapat memproduksi kain dalam jumlah besar dan dengan geometri acak, memberikannya sejumlah aplikasi potensial. Misalnya, ini dapat digunakan dalam pakaian mekanik yang dapat memberikan tekanan pada bagian tubuh yang cedera dan mempercepat perbaikan jaringan, dan bahkan mungkin dalam penciptaan pakaian dinamis untuk peragaan busana modern.

Tag
Share
×
tekid
back to top