Ilmuwan gunakan AI untuk deteksi kebocoran pipa

Adopsi teknologi AI makin berkembang, bukan hanya di ponsel atau gadget canggih, AI pun bisa digunakan di berbagai sektor strategis.

Ilmuwan gunakan AI untuk deteksi kebocoran pipa Source: Google

Adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) tampaknya akan semakin meluas ke beberapa sektor strategis. Belakangan dikabarkan bahwa sejumlah ilmuwan berhasil mengembangkan sistem AI untuk mendeteksi kebocoran pipa.

Sistem tersebut dirancang di Universitas Waterloo yang berlokasi di Kanada. Sistem AI itu dibuat dengan menggabungkan sistem pemrosesan sinyal yang canggih dengan software AI untuk mendeteksi tanda-tanda kebocoran pipa menggunakan suara. Tanda-tanda melalui suara itu akan direkam oleh sensor hidroponik.


BACA JUGA

Paradoks enterprise data

Ilmuwan ciptakan AI yang bisa edit foto nyaris sempurna

Bos Google sebut masyarakat belum siap terima AI


Sistem AI itu dikembangkan menyusul fakta sulitnya mendeteksi kebocoran kecil pada pipa saluran air. Roya Cody, seorang yang tergabung dalam proyek ini mengatakan bahwa mendeteksi sebuah kebocoran besar bukanlah hal yang sulit. Cukup dengan memeriksa perubahan tekanan, debit air yang mengalir atau gelembung yang muncul di permukaan air, kebocoran besar bisa dideteksi.

“Kebocoran kecil biasanya tidak terdeteksi selama bertahun-tahun,” ujar Cody. “Cara ini akan membantu sebuah kota untuk menindaklanjuti kebocoran dengan lebih efektif,” lanjutnya.

Dilihat dari kacamata ekonomi, cara ini juga terbilang lebih murah ketimbang menunggu hingga terjadi kebocoran akut. Sensor hidroponik yang dimaksud di atas tersebut akan dipasang pada perangkat hydrant. Sensor ini terbilang lebih murah dan mudah dipasang karena bersifat plug and play. Lagipula, dengan berhasil menanggulangi masalah kebocoran pipa, konsumsi air tidak akan terbuang dengan percuma.

Hasil uji coba yang dilakukan para ilmuwan tersebut menunjukkan performa yang cukup memukau. Dalam semenit, sensor hidroponik tersebut mampu mendeteksi banyak kebocoran kecil dengan total kebocoran sebanyak 17 liter.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan teknologi ini akan dihadirkan langsung di masyarakat. Mengingat banyaknya saluran air yang tertanam di bawah tanah, teknologi ini akan sangat membantu pihak terkait untuk melakukan tindakan cepat atas adanya kebocoran pipa air.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: