Ilmuwan berhasil kembangkan robot berbahan lunak

Saat dalam bentuk lentur, robot dapat dikontrol dengan menerapkan medan magnet. Agar bentuknya menjadi kokoh kembali, pada ilmuwan hanya perlu melepas lampu LED.

Ilmuwan berhasil kembangkan robot berbahan lunak Source: Jessica Liu via Digital Trends

Ada tantangan yang cukup rumit untuk membuat robot berbahan lunak. Tetapi para ilmuwan selangkah lebih dekat untuk mengatasi tantangan ini dengan menciptakan robot lunak yang dapat dikonfigurasi ulang menjadi bentuk yang kokoh. Dilansir dari Digital Trends (4/8), robot tersebut terbuat dari material polimer yang memiliki partikel besi kecil yang tertanam di dalamnya, sehingga menjadikannya magnet.

Sebagian besar waktu, bahannya berdesain keras dan bentuknya tetap. Tetapi jika dipanaskan menggunakan cahaya dari LED, robot menjadi lentur dan dapat dikonfigurasi ulang menjadi berbagai bentuk. Saat dalam bentuk lentur, robot dapat dikontrol dengan menerapkan medan magnet. Agar bentuknya menjadi kokoh kembali, para ilmuwan hanya perlu melepas lampu LED.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mobil otonom Toyota hadir untuk antar para atlet Olimpiade 2020

Robot vakum Samsung bisa deteksi material lantai secara otomatis

Toyota gunakan VR untuk melatih robot asisten rumah tangga


“Kami sangat senang robot yang dapat dikonfigurasi ulang. Dengan merekayasa sifat-sifat material, kita dapat mengontrol gerakan robot lunak dari jarak jauh, kita bisa menggunakannya untuk memegang bentuk tertentu, kemudian kita dapat mengembalikan robot ke bentuk aslinya atau memodifikasi gerakannya. Hal ini dapat dilakukan berulang kali. Teknologi ini dapat diaplikasikan di biomedis atau luar angkasa,” kata seorang profesor ilmu dan teknik material di Morth Carolina State University, Joe Tracy.

Para ilmuwan menguji robot dan menemukan bahwa meraka dapat dikonfigurasi menjadi “tangan pencengkeram” yang mengangkat dan memindahkan objek, atau menjadi “bunga” dengan kelopak yang melipat dan menekuk.

“Kami tidak terbatas pada konfigurasi biner, seperti pencengkeram yang terbuka atau tertutup. Kami dapat mengontrol cahaya agar dapat memastikan robot akan menahan bentuknya di titik mana pun,” kata mahasiswi dan penulis utama makalah, Jessica Liu, Ph.D.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: