Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin

Energi panas selama ini dikenal sebagai salah satu sumber energi yang dapat dikonversi menjadi listrik. Namun siapa yang menyangka kalau udara dingin pun dapat diperlakukan dengan sama.

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin Source: Cell

Selama ini, matahari dipandang sebagai salah satu sumber energi yang dimanfaatkan manusia. Untuk itulah panel surya diciptakan. Tidak hanya itu, energi panas pun dapat dikonversi menjadi sumber energi listrik. Tapi siapa yang bakal menyangka, kalau dinginnya luar angkasa juga dapat digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan. 

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan beberapa hari lalu, beberapa ilmuwan di UCLA mengatakan telah berhasil memanfaatkan dinginnya luar angkasa sebagai sumber energi. Uniknya mereka hanya memanfaatkan perangkat seharga USD30 atau sekitar Rp400 ribu untuk mengumpulkan energi dari luar angkasa. Hasilnya, mereka mampu menyalakan sebuah lampu LED. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ini bukti bahwa Mars pernah memiliki air

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan


Harus diakui, ini masih jauh dari kemampuan untuk memberi daya pada satu kota atau sekadar memberi tenaga pada satu rumah. Namun hal ini menunjukkan adanya potensi untuk memanfaatkan luar angkasa yang tidak terbatas sebagai suatu sumber energi baru. 

Perangkat yang digunakan para ilmuwan itu adalah sebuah generator termoelektrik. Perangkat ini mampu menghasilkan energi listrik dengan perbedaan suhu dari sisi panas dan sisi dingin. Salah satu bagian mengarah ke tanah, sementara sisi lainnya akan diarahkan ke langit. 

Ini sebenarnya bukanlah penemuan baru. Sebelumnya sudah ada sebuah penelitian yang lebih dikenal sebagai pendinginan radiasi. Menurut salah satu ilmuwan, Aaswath Raman, penelitian ini sebenarnya bisa saja dilakukan oleh siswa SMA. Bahkan pada satu titik tertentu, Raman mengungkapkan bahwa penelitian ini sudah dilakukan. Kendati begitu, Raman masih mengakui bahwa energi yang dihasilkan dari penelitian yang ia lakukan bersama timnya ini masih terbilang kecil. 

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat ini, teknologi ini dapat digunakan menjadi salah satu alternatif energi di masa depan. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: