Ilmuwan berhasil ciptakan robot modular pintar

Robot modular seperti ini memiliki keuntungan lebih fleksibel dan mudah beradaptasi daripada robot standar.

Ilmuwan berhasil ciptakan robot modular pintar Source: ModLab UPenn via Engadget

Para ilmuwan dari University of Pennsylvania berhasil mencari cara untuk mengembangkan robot modular pintar yang masing-masing dapat menyatu menjadi robot berukuran lebih besar dari ukuran awal. Disebut dengan Smores-EP, robot tersebut dilengkapi dengan roda di setiap sisinya yang memungkinkannya bergerak ke segala arah.

Dilansir dari Engadget (23/7), ilmuwan mendesain Smores-EP agar dapat berkomunikasi antara satu sama lain dengan mengubah magnet di ujungnya menjadi radio jarak pendek. Setiap modul dilengkapi dengan empat konektor, yang berarti bahwa dua robot dapat dihubungkan dalam 17 konfigurasi berbeda. Ini memungkinkan banyak unit untuk bersama-sama menciptakan satu robot yang lebih besar dan lebih kompleks.


BACA JUGA

ROBOpilot bikin pesawat tua layaknya punya sistem otonom

Andalkan AI, robot Exosuit bisa bantu orang berjalan dan berlari

Berkat AI, robot anjing ini jadi penurut


Tetapi terdapat tantangan ketika mendesain konfigurasi modul. Agar dapat mengubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, robot memerlukan rencana tindakan untuk berpindah dari penempatan di posisi lama ke posisi baru. Misalnya, untuk mengonversi dari robot yang berjalan menjadi robot lengan, modul-modul tersebut perlu dipasangkan dan dilepas dengan cara tertentu.

Para peneliti menghitung cara yang paling efisien bagi robot untuk mengkonfigurasi ulang keadaan awal mereka ke keadaan tujuan. Beberapa konfigurasi memerlukan modul untuk saling membantu, dengan satu modul bertindak sebagai “pembantu” yang memindahkan modul lain ke tempatnya sehingga dapat merapat ke posisi barunya. Konfigurasi lain melibatkan modul yang bergerak satu per satu ke bentuk yang lain.

Robot modular seperti ini memiliki keuntungan lebih fleksibel dan mudah beradaptasi daripada robot standar, artinya mereka dapat memperbaiki diri dan mengatasi lingkungan yang tidak diketahui. Mereka bisa berguna untuk misi ruang angkasa dan skenario bencana.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: