sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
Selasa, 09 Mar 2021 17:29 WIB

Glider ini gunakan temperatur untuk bergerak dalam air

Biasanya ini menggunakan baterai, tetapi kapasitasnya terbatas, sehingga membatasi dan kegunaan misi glider.

Glider ini gunakan temperatur untuk bergerak dalam air
Spurce: David White, Teledyne Marine

Jika ingin mengumpulkan data oseanografi jarak jauh, penggunaan pesawat layang (glider) bawah air sering kali menjadi cara terbaik. Sistem dari perusahaan Seatrec yang berbasis di California memiliki sumber daya baru untuk perangkat semacam itu dengan memanfaatkan gradien suhu air laut.

Glider bawah air sendiri adalah kendaraan bawah air otonom berbentuk torpedo (AUV) yang bergerak dengan memvariasikan daya apungnya. Kendaraan ini secara bergantian antara tenggelam dan mengambang ke atas, dengan sayap hidrofoil sehingga menyebabkan meluncur ke depan sambil bergerak secara vertikal melalui kolom air.

Glider air tidak bergerak dengan sangat cepat, tetapi juga tidak menggunakan banyak tenaga. Meski begitu, mereka membutuhkan semacam sumber daya di dalamnya, baik untuk mekanisme kontrol daya apung dan untuk sensor pencatatan data. Biasanya ini menggunakan baterai, tetapi kapasitasnya terbatas, sehingga membatasi kegunaan misi glider. Oleh karena itu, di sinilah sistem buatan Seatrec bermanfaat.

Dilansir dari New Atlas (9/3), glider Seatrec didasarkan pada apa yang dikenal sebagai bahan pengubah fase. Ini adalah zat yang berubah keadaan saat dipanaskan atau didinginkan, seperti zat padat yang menjadi cairan bervolume tinggi, atau cairan yang menjadi gas bervolume tinggi.

Dalam kasus pengaturan glider laut, bahannya adalah berbasis lilin parafin yang terkandung di dalam alumunium. Berjalan melalui bagian tengah silinder itu – yang dikelilingi oleh lilin – adalah tabung karet berisi oli hidrolik.

Saat glider berada di kedalaman yang sejuk, material pengubah fasa berbentuk lilin padat. Saat glider naik dan air menjadi lebih hangat, materialnya juga memanas, meleleh dan mengembang menjadi cairan. Tekanan yang meningkat di dalam silinder menekan tabung, menyebabkan oli di dalamnya didorong keluar dari silinder dan melalui generator yang terhubung.

Saat oli yang mengalir bertekanan tinggi berputar ke generator, akan menghasilkan listrik yang dapat segera digunakan, atau disimpan dalam baterai untuk digunakan nanti. Setelah glider melakukan penyelaman berikutnya, lilin mendingin dan berkontraksi kembali menjadi padat. Kejadian ini akan melepaskan tekanan pada tabung, memungkinkan oli mengalir kembali ke silinder. Dengan demikian, proses ini dapat diulangi berkali-kali, dengan setiap naik dan turunnya air.

Dalam bentuk purwarupa sistem ini, lilin meleleh ketika suhu air mencapai 10 derajat Celcius. Dengan mengutak-atik formulasi bahan, memungkinkan untuk menaikan atau menurunkan angka itu untuk digunakan di iklim hangat atau dingin.

Karena glider laut akan memulai perjalanannya di permukaan laut yang relatif hangat, maka dibutuhkan sedikit bantuan untuk menghasilkan tenaga untuk penyelaman pertamanya. Ini dapat dilakukan dengan mengisi baterainya terlebih dahulu.

Share
×
tekid
back to top