sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
Rabu, 23 Des 2020 12:28 WIB

Gelang ini bisa pelajari gesture pengguna

Saat dikenakan, sensor listrik di gelang mendeteksi sinyal saraf di 64 titik. Data ini digunakan untuk melatih algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) khusus.

Gelang ini bisa pelajari gesture pengguna
source: Rabaey Lab via New Atlas

Sejak beberapa tahun lalu sudah ada sistem computer vision (visi komputer) dan sarung tangan yang dilengkapi sensor sehingga dapat mendeteksi gerakan tangan seseorang. Namun, para ilmuwan di University of California, Berkeley telah mengembangkan teknologi alternatif yang menawarkan beberapa keunggulan utama.

Selain mengharuskan pengguna agar tangan mereka terlihat jelas setiap saat, sistem visi komputer juga meningkatkan masalah privasi, terutama jika wajah orang tersebut terlihat dalam video. Di sisi lain, sarung tangan elektronik kemungkinan agak rumit digunakan, ringkih, dan tidak praktis dalam semua situasi.

Mengingat keterbatasan tersebut, tim peneliti UC Berkeley mengembangkan gelang film tipis yang dilengkapi chip komputer serta dililitkan di lengan bawah pengguna. Pengguna memulai dengan melakukan sejumlah gerakan tangan, satu per satu.

Dilansir dari New Atlas (23/12), saat dikenakan sensor listrik di gelang mendeteksi sinyal saraf di 64 titik. Data ini digunakan untuk melatih algoritma berbasis kecerdasan buatan (AI) khusus, mempelajari pola sinyal mana yang menandakan gestur.

Ketika pengguna kemudian membuat salah satu dari tanda gestur tersebut – atau bahkan berpikir untuk melakukannya – sistem dapat menentukan gerakan yang tepat dengan mencocokan pola sinyal saraf berbeda. Saat ini, sistem dapat mengenali 21 gerakan berbeda, termasuk kepalan tangan, jempol ke atas, tangan datar, mengangkat jari dan menghitung angka.

Hal yang tidak kalah penting adalah algoritma secara otomatis memperbarui apa yang diajarkan, sehingga dapat mengimbangi variabel baru seperti keringat di lengan, atau lengan yang ditahan dalam posisi yang tidak biasa. Selain itu, semua pemrosesan berlangsung di dalam chip, jadi tidak ada data pengguna yang dikirim ke cloud.

Setelah dikembangkan lebih jauh, diharapkan teknologi tersebut bisa digunakan dalam aplikasi seperti kontrol gerakan perangkat elektronik, virtual reality, atau bahkan mungkin pengoperasian tangan tiruan.

Share
×
tekid
back to top