Facebook beli startup pencipta gelang pembaca pikiran

CTRL-Labs telah mengembangkan gelang yang menerjemahkan sinyal listrik dari neuron di sumsum tulang belakang.

Facebook beli startup pencipta gelang pembaca pikiran

Facebook dikabarkan telah mengakuisisi perusahaan startup yang berbasis di New York, CTLR-Labs. Startup ini mengembangkan teknologi untuk mengendalikan komputer menggunakan aktivitas saraf dan gestur tangan. Akuisisi ini bernilai antara USD500 juta hingga USD1 miliar, sebagaimana telah diberitakan oleh CNBC. Seorang juru bicara Facebook mengatakan perusahaan telah berinvestasi di bawah USD1 miliar. CTLR-Labs didirikan pada 2015 oleh Thomas Reardon, pencipta Internet Explorer.

“Teknologi seperti ini memiliki potensi untuk membuka kemungkinan kreatif baru dan menata kembali penemuan abad ke-19 dalam era abad ke-21. Beginilah interaksi kami di VR dan AR suatu hari nanti. Ia bisa mengubah cara kita terhubung,” kata Facebook Vice President of AR/VR, Andrew Bosworth.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Studi: Ratusan penjual di Indonesia mulai bisnis dari Facebook

Facebook Indonesia Summit 2019 jadi ajang kumpul komunitas Facebook

Libra klaim miliki 180 anggota potensial


CTRL-Labs telah mengembangkan gelang yang menerjemahkan sinyal listrik dari neuron di sumsum tulang belakang. Hal ini memungkinkan untuk mengontrol antarmuka atau perangkat pintar dengan gerakan tangan. Perangkat purwarupanya memungkinkan pengguna melakukan hal-hal seperti mengetik 200 kata dalam 1 menit tanpa menyentuh keyboard.

“Saya pasti bisa melihat masa depan di mana orang-orang memakai perangkat ini sepanjang hari, dan ini adalah sesuatu yang digunakan untuk berinteraksi dengan ponsel, lampu rumah, dan radio mobil. Setelah orang terbiasa, mudah untuk membayangkan bahwa orang akan bertanya mengapa mereka membutuhkan keyboard atau mouse ketika mereka duduk di depan komputer,” kata direktur R&D CTRL-Labs kepada Digital Trends.

Di Facebook, CTRL-Labs akan menjadi bagian dari Facebook Reality Labs, divisi perusahaan yang didedikasikan untuk menciptakan kacamata augmented reality (AR). Demikian dilansir dari Digital Trends (24/9).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: