Elon Musk berencana implantasi sensor di otak manusia

Sensor yang tertanam menangkap informasi dan mengirimkannya ke chip penerima di permukaan tengkorak.

Elon Musk berencana implantasi sensor di otak manusia Source: Neuralink

Neuralink, perusahaan yang didukung oleh Elon Musk mengklaim berhasil mengembangkan robot “mirip mesin jahit” yang mampu menanamkan rangkaian sensor ke dalam otak manusia. Sejauh ini hasil dari pengujian pada tikus labolatorium yang diimplantasikan sebanyak 1.500 elektroda kemungkinan dapat diterapkan pada manusia.

Dilansir dari Engadget (17/7), jika itu berhasil perusahaan mengatakan teknologinya dapat membantu orang yang diamputasi, atau mengembalikan kemampuan untuk melihat, berbicara dan mendengarkan.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


Seperti yang dikatakan Musk sebelumnya, dia percaya bahwa menghubungkan otak kita ke komputer pada akhirnya akan menjadi satu-satunya cara untuk mengikuti perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Satu ungkapan besar adalah bahwa ia berharap untuk mulai mengerjakan subjek manusia segera setelah kuartal kedua tahun depan.

Sensor yang tertanam menangkap informasi dan mengirimkannya ke chip penerima di permukaan tengkorak. Dari sana ia mentransmisikan secara nirkabel – Elon Musk mengatakan itu bisa menghantarkan informasi ke tengkorak via Bluetooth. Saat ini implantasi membutuhkan lubang pengeboran, tetapi para peneliti berharap di masa mendatang mereka dapat menggunakan laser untuk menghindari getaran.

Menurut Musk, chip v1 4x4mm ini menampung 10.000 elektroda dengan kemampuan “baca dan tulis”, yang katanya berjumlah lebih dari 1.000 kali dibandingkan dengan antarmuka otak terbaik saat ini untuk perawatan parkinson.

Presiden Neuralink, Max Hondak, menjelaskan alasan mereka langsung menanamkan sensor ke otak, tetapi tidak di neuron. Sederhananya, ini satu-satunya cara untuk mengirim dan menerima informasi yang diperlukan dari “lonjakan” aktivitas. Ahli bedah saraf juga merupakan bagian dari presentasi, memamerkan beberapa video teknologi implantasi, dan bagaimana robotnya dapat memasang ribuan kabel langsung ke otak serta menghindari kerusakan jaringan dan pendarahan. Pada akhirnya, mereka ingin melakukannya tanpa mencukur kepala pasien, meskipun ia mengakui bahwa operasi pertama akan lebih seperti implan otak saat ini.

Presentasi lebih lanjut menjelaskan lebih banyak tentang bagaimana semua teknologi bekerja, dan sebuah makalah akan segera dirilis dengan lebih banyak data tentang apa yang telah mereka capai sejauh ini. Satu catatan yang diungkapan Musk selama sesi tanya jawab adalah “seekor monyet telah mampu mengendalikan komputer dengan otaknya,” sebagai jawaban atas pertanyaan tentang pengujian hewan dan hasilnya sejauh ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: