Eksperimen baru, Drone 5G tenaga surya

Drone ini dirancang untuk terbang sangat tinggi, hingga 20 km agar dapat menyebarkan internet berkecepatan 5G.

Eksperimen baru, Drone 5G tenaga surya Helios Prototype/NASA Via Digital Trends

Drone eksperimental bertenaga surya yang mampu menembakkan internet hingga ke Bumi akan lepas landas. Dilansir dari Digital Trends (7/3), drone yang disebut Hawk 30 ini adalah perangkat hasil kerja sama antara Softbank dan AeroVironment, sebuah perusahaan kedirgantaraan AS. Usaha patungan ini bertujuan untuk memberikan konektivitas 5G dan Internet of Things (IoT) dari langit. AeroVironment pertama kali mulai membangun pesawat high-altitude long endurance (HALE) untuk NASA lebih dari 20 tahun yang lalu.

Dari tahun 1997, program Environmental Research Aircraft and Sensor Technology dari NASA mendanai tiga drone bertenaga surya dan sel bahan bakar dari AeroVironment. Kemitraan itu memuncak pada Helios Prototype, sebuah pesawat ringan yang pada tahun 2001 mencapai ketinggian 30 km. Dua tahun kemudian pesawat tersebut kecelakaan di tengah penerbangan dan hancur di Samudra Pasifik.


BACA JUGA

Pemerintah AS khawatir drone buatan China bisa dijadikan spionase

Ini pertama kalinya drone berhasil antarkan organ tubuh

Radar portabel ini cocok untuk drone dan sistem keamanan


Pada 2010, sebuah proyek Pentagon melihat AeroVironment mengembangkan drone HALE untuk membawa muatan sistem pengawasan dan komunikasi. Drone ini juga jatuh pada 2011.

Selain AeroVironment, Google dan Facebook telah meluncurkan pesawat bertenaga surya demi menyebarkan internet ke daerah-daerah terpencil di seluruh dunia. Namun kedua perusahaan itu akhirnya membatalkan rencana tersebut. Perusahaan induk Google, Alphabet, melanjutkan usaha mereka dengan meluncurkan project Loon, sebuah proyek untuk mengirim internet melalui balon sangat tinggi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: