sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
Kamis, 29 Okt 2020 10:42 WIB

Drone ini dapat ikuti perilaku elang saat terbang

Drone ini dapat mencontoh perilaku burung elang goshawk sehingga mampu menembus hutan dan melakukan penyesuaian dalam penerbangan untuk mengejar mangsanya.

Drone ini dapat ikuti perilaku elang saat terbang
Source: 2020 EPFL / Alain Herzog via New Atlas

Tim peneliti dari Swiss pada 2016 lalu menciptakan pesawat tanpa awak (drone) yang terinspirasi dari burung, sehingga drone tersebut memiliki bulu serta kemampuan unik. Sekarang, ilmuwan tersebut terus menyempurnakan desain drone mereka untuk memperkenalkan lebih banyak bagian bergerak, memungkinkan drone memiliki kelincahan tak tertandingi.

Versi drone yang diciptakan beberapa tahun lalu memiliki keunggulan dengan kemampuan terbang dengan cepat, berbelok tajam dan juga mengecilkan tubuhnya saat menghadapi angin kencang. Hal ini dapat dilakukan berkat sepasang sayap yang dapat berubah bentuk melalui bulu tiruan, seperti yang dimiliki burung sungguhan.

Untuk drone versi terbaru, para peneliti dari EPFL Swiss telah memasang sayap yang bisa berubah bentuk dengan ekor fleksibel seperti burung asli. Dilansir dari New Atlas (29/10), drone ini dapat mencontoh perilaku burung elang goshawk sehingga mampu menembus hutan dan melakukan penyesuaian dalam penerbangan untuk mengejar mangsanya.

“Goshawk menggerakkan sayap dan ekornya secara bersamaan untuk melakukan gerakan yang diinginkan, apakah itu perubahan arah yang cepat saat berburu di hutan, terbang cepat saat mengejar mangsa di medan terbuka, atau saat meluncur dengan efisien untuk menghemat energi,” kata penulis utama penelitian, Enrico Ajanic.

Drone ini menggunakan baling-baling untuk dorongan ke depan ketimbang menggunakan sayap, yang menurut para peneliti lebih hemat energi. Sama seperti menyesuaikan sayapnya saat terbang, drone tersebut dapat menggerakkan ekornya secara tandem untuk mengubah arah lebih cepat, meningkatkan aerodinamika saat mencoba terbang cepat, atau bahkan membantunya melambat tanpa jatuh ke tanah.

Keunggulan yang ditawarkan oleh drone bersayap seperti ini dibandingkan dengan drone quadcopter konvensional adalah waktu penerbangan yang lebih lama sehingga menjadikannya cocok untuk aplikasi tertentu seperti mengirimkan persediaan medis dalam jarak yang sangat jauh atau melakukan survei pertanian. Namun, yang tidak ditawarkan drone baru ini adalah kemampuan melayang di udara.

 

Tag
Share
×
tekid
back to top