Drone ini bisa dilipat dan terbang dari peluncur meriam

Untuk saat ini, drone dimaksudkan untuk tujuan penelitian. Belum ada kabar lebih lanjut kapan drone model baru ini akan dapat digunakan secara komersial.

Drone ini bisa dilipat dan terbang dari peluncur meriam Source: Caltech _ NASA JPL via Engadget

Peneliti berhasil mengembangkan drone yang dapat diluncurkan dari mesin pelempar bola bisbol yang diangkut oleh truk dengan kecepatan 80 km/jam. Mereka berharap metode peluncuran balistik ini dapat mengarah pada drone yang cocok untuk misi tanggap darurat dan eksplorasi ruang angkasa.

Bernama SQUID (Streamlined Quick Unfolding Invertigation), drone ini dikembangkan oleh Caltech dan Jet Propulsion Labolatory (JPL) dari NASA. Ketika dilipat, keempat rotornya terlihat seperti bola lonjong. SQUID dimasukkan ke dalam alat mirip meriam dan ditembakkan ke langit. Kemudian drone membuka rotornya serta melanjutkan terbang secara stabil dan terkontrol. Dilansir dari Engadget (21/11), desain drone tersebut dibuat dari sistem cetak 3D.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kamu bisa jajal gratis DJI Mavic Mini di Central Park Mall

DJI Mavic Mini mendarat di Indonesia, ini harga resminya

UPS sudah mulai antar kiriman via drone


Secara umum, jika seseorang ingin menerbangkan drone, maka harus membutuhkan area yang rata dan stabil sehingga ia dapat terbang dengan sempurna. Tetapi jika menggunakan drone SQUID, pengguna dapat menerbangkannya di kondisi apa pun tanpa memerlukan area lepas landas yang sempurna. Ini bisa sangat berguna di ruang angkasa, atau ketika tim darurat ingin meluncurkan drone di atas kapal yang melaju cepat.

Desain model purwarupa drone SQUID saat ini memiliki diameter 8 cm serta memiliki panjang 27 cm. Bobot yang dimiliki drone buatan NASA dan Caltech tersebut dilaporkan 530 gram. Untuk saat ini, drone dimaksudkan untuk tujuan penelitian. Belum ada kabar lebih lanjut kapan drone model baru ini akan dapat digunakan secara komersial.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: