Dokter di China andalkan koneksi 5G untuk operasi jarak jauh

Penggunaan teknologi 5G memungkinkan dokter untuk mengamati dan memberikan instruksi selama prosedur berlangsung dengan durasi empat jam via video beresolusi 4K UHD.

Dokter di China andalkan koneksi 5G untuk operasi jarak jauh Source: Pexels

Dokter ahli jantung asal China, Huiming Guo, melakukan demonstrasi operasi jarak jauh pada seorang wanita berusia 41 tahun dengan mengandalkan koneksi internet 5G. Dilansir dari Digital Trends (8/4), jarak antara Guo dan sang pasien adalah 400 km.

Penggunaan teknologi 5G memungkinkan Guo untuk mengamati dan memberikan instruksi selama prosedur berlangsung dengan durasi empat jam via video beresolusi 4K UHD. Jaringan 5G yang digunakan oleh rumah sakit kira-kira 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan koneksi internet 4G yang digunakan saat ini. Dalam skenario ini, artinya streaming video jauh lebih stabil dengan detil yang tajam.


BACA JUGA

Telkomsel bakal siapkan 5G untuk perusahaan kertas

Monetisasi 5G masih sulit dilakukan

Smartphone 5G bakal populer di tahun 2023


“Teknologi internet mutakhir dapat menghemat banyak waktu bagi dokter kami karena mereka tidak perlu sering bepergian. Mereka dapat menggunakan waktu tersebut untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa,” kata perwakilan rumah sakit Guangdong General Hospital, Zhiwei Zhang.

Ini bukan satu-satunya operasi yang dilakukan jarak jauh di China. Baru-baru ini, sebuah operasi untuk memperbaiki dinding dada dilakukan oleh para dokter di rumah sakit daerah Guangdong, sementara pasiennya terletak 200 kilometer jauhnya di rumah sakit Yangshan. Operasi lain menampilkan ahli bedah saraf Zhipei Li melakukan prosedur stimulasi otak berbasis robot lintas negara pada pasien Parkinson di Beijing.

Sebuah rumah sakit di Barcelona, Spanyol, dan satu lagi di Munich, Jerman, mengatakan bahwa mereka berencana untuk menguji operasi yang dibantu konektivitas 5G sekitar tahun 2020.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: