Di balik kontroversi MacDonald's dan robot-robot juru masaknya

MacDonald siap memperbarui gerai burger mereka di kota Phoenix, Arizona, Amerika dengan tenaga robot sepenuhnya. 4 Juli 2019, kita akan menyaksikan otomatisasi pertama di dunia di bidang restoran cepat saji.

Di balik kontroversi MacDonald's dan robot-robot juru masaknya

Setelah melihat penurunan pendapatan untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir, McDonald's berencana melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan restoran cepat saji lain sebelumnya. Mereka berencana membuka gerai yang operasi sepenuhnya dilakukan oleh robot.

Gerai MacDonald's yang sepenuhnya beroperasi oleh bantuan robot itu nanti pertama kali buka pada 4 Juli di Phoenix, Arizona, Ameria Serikat. McDonald's masih akan mempekerjakan sejumlah tim kecil karyawan manusia untuk memastikan semua robot bekerja dengan benar, persediaan makanan dan kebersihan tetap menjadi tanggung jawab manusia dan dibantu robot. Pengunjung restoran akan melihat robot-robot baru ini bekerja secara harmonis dengan kecepatan 50 kali lebih cepat dari rata-rata karyawan McDonald's, tanpa ada kemungkinan kesalahan. Jika peluncuran uji coba untuk toko ini sukses, kita akan melihat robot yang bekerja di restoran McDonald;s di seluruh dunia pada akhirnya.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Adidas tutup dua pabrik berbasis robot mutakhir

Robot Mini Cheetah MIT bisa main bola

MIT ciptakan robot mirip Microbot dalam film Big Hero 6


Manajer gerai McDonald's tersebut, Peter Gibbons, mengatakan kepada CNN bahwa ia telah bekerja dengan robot di fasilitas pengembangan produk di San Francisco selama enam bulan terakhir dan sangat memuji mesin tersebut.

“Hal ini luar biasa! Mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat dan tertib, ditambah lagi mereka tidak meminta istirahat," ujarnya.

Paul Horner, 37 tahun, juru bicara McDonald's mengatakan kepada media bahwa karena permintaan upah minimum di Amerika USD15/jam atau sekitar Rp211 ribu/jam, mereka mencoba bermain dengan ide restoran yang dijalankan sepenuhnya oleh robot selama bertahun-tahun dan percaya bahwa "McRobots" mereka adalah jawabannya.

“Dengan permintaan tinggi untuk upah minimum (sebesar) USD15/jam dan protes semakin buruk setiap hari, ini adalah sesuatu yang harus kami terapkan. Ditambah dengan margin kesalahan manusia yang luar biasa, kebersihan yang buruk, kurangnya pendidikan, kemalasan, serta kemajuan terbaru dalam kecerdasan buatan, masuk akal untuk mengotomatisasi restoran kami sekarang daripada nanti,”

Penduduk lokal kota Phoenix, Tom Downey, 52 tahun, yang telah menganggur selama 3 tahun terakhir, sangat senang dengan pembukaan McDonald terdekat, akan tetapi dengan lekas kecewa karena dia mendengar tentang robot itu.

"Sekarang mereka hanya menyewa robot, aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan. Saya tidak memiliki pendidikan, mobil, dan sekarang saya bahkan tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan di McDonald's," ujarnya seperti dikutip dari newsexaminer (21/6).

Dengan keputusan ini, pemegang saham McDonald's bisa berharap untuk melihat saham mereka naik sekali lagi, karena gaji karyawan tidak hanya dipotong, tetapi dihilangkan. Dengan menghilangkan karyawan, McDonald's mengatakan pihaknya memproyeksikan untuk membuat perputaran keuangan penuh dan melihat saham mereka (MCD) kembali ke harga USD105 atau Rp1,4 juta per lembar saham.

Di AS, penjualan McDonald's menurun 2,6% pada kuartal pertama 2019, karena produk dan promosi tidak memenuhi harapan. Pendapatan operasional McDonald's di AS untuk kuartal pertama menurun 11%. Hal ini mencerminkan penjualan yang lemah dan dampak restrukturisasi dan biaya penutupan restoran.

Milton Waddams, 42 tahun, seorang pekerja makanan cepat saji yang menganggur, mengatakan kepada wartawan bahwa dia sangat kecewa dengan keputusan untuk hanya mempekerjakan robot sebagai ganti manusia.

"Saya melamar ke McDonald's, saya sudah menyelesaikan dua wawancara kerja di sana dan mereka mengatakan saya dijadwalkan untuk bekerja setelah toko baru dibuka, bahkan mereka mengatakan menelepon saya tetapi mereka tidak pernah menelepon," kata Waddams. 

Mantan juru panggang di gerai McDonald's di Phoenix, Tom Smykowski, masih marah karena kehilangan pekerjaannya.

"Anda tahu ada orang-orang di dunia ini yang tidak harus tahan dengan semua ini?" kata Smykowski kepada FOX News.

Robot baru McDonald's akan berlokasi di 7th St & McDowell Rd di pusat kota Phoenix. McDonald's mengatakan bahwa jika toko itu sukses, 25 ribu lebih restoran yang dikelola robot akan dibangun dalam tiga tahun ke depan. 

Masih belum jelas seperti apa robot ini atau bagaimana pelanggan akan menyelesaikan transaksi karena informasi mendetail mengenai hal ini terjaga kerahasiaannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: