sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id acer
Rabu, 27 Des 2023 12:03 WIB

ChatGPT bakal bisa bantu pesan makan & tempat di restoran

ChatGPT pada tahun depan kemungkinan akan mengalami sejumlah peningkatan secara signifikan hingga dapat membantu tugas atau pekerjaan manusia secara nyata.

ChatGPT bakal bisa bantu pesan makan & tempat di restoran
Sumber: OpenAI

ChatGPT disebut akan mengalami peningkatan fitur secara drastis mulai 2024 mendatang. Bahkan nantinya chatbot ini bisa memesan makanan hingga tempat di restoran untuk para penggunanya. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil bila mengingat rekam jejak perjalanan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) hingga saat ini.

Dilansir dari The Telegraph (27/12), OpenAI diprediksi akan meluncurkan ChatGPT berbasis GPT-5 pada 2024 nanti dengan sejumlah peningkatan signifikan. Oleh karena itu, kemampuan seperti memesan makanan hingga tempat di restoran bukan mustahil dapat dilakukan setelah peluncuran GPT-5 ini.

Sejak GPT-3,5 rilis pada akhir 2022 lalu, banyak sekali perubahan yang dapat dilakukan oleh manusia berkat bantuan chatbot yang satu ini. Bahkan berkat itu, kini perlahan mulai banyak perusahaan teknologi yang juga fokus mengembangkan proyek serupa seperti misalnya Google dengan chatbot buatannya yakni Google Bard atau Gemini AI.

Direktur Ai-Da Robot Project, Aidan Meller, menyebut tahun depan bakal menjadi kontestasi yang sangat menarik untuk seluruh perusahaan teknologi di dunia. Pasalnya, bila GPT-5 benar-benar rilis maka akan banyak mengubah peta persaingan yang ada saat ini sebab teknologi yang dibawakan bakal sangat baru,

"Kamu bisa memberi perintah kepada perangkat ponselmu seperti 'bisakah kamu memesan tempat di restoran pada Senin pukul 7.00 PM?" ucap Meller. "Dan ChatGPT-5 akan bisa menghubungi restoran lalu berbicara secara langsung seperti 'Halo, saya ingin memesan tempat di restoran pada pukul 7.00 PM dan memesankan itu untukmu'."

Setelah itu berkat GPT-5, chatbot akan otomatis melaporkan bahwa perintah tersebut telah dilaksanakan tanpa perlu lagi merepotkan penggunanya. Meller mengakui bila hal ini bisa diwujudkan maka peta persaingan bisnis di teknologi AI akan berubah drastis.

Kendati Meller sejatinya menyambut baik adanya perubahan positif dalam dunia teknologi AI tersebut, namun bukan berarti peningkatan kinerja ini akan selalu membawa dampak positif. Meller menegaskan bahwa bisa saja AI menjadi alat yang bisa memberikan bias antara kejadian yang sebenarnya dengan yang palsu, sehingga kelak bisa mengecoh manusia.

"Saya pikir AI bisa membuat kita mengalami situasi yang palsu dan kita nantinya tidak tahu mana yang palsu atau tidak," ujarnya.

Oleh karena itu, Meller menyebut pemahaman soal etika serta diskusi akademis soal teknologi AI ini sangat penting untuk dilakukan demi mengantisipasi hal tersebut supaya tidak terjadi. Terlebih, bakal ada banyak peristiwa penting di masa depan yang mana suatu kesalahan informasi bisa saja menimbulkan konflik serius yang dapat mengancam kehidupan manusia.

Share
×
tekid
back to top