Chang-e 4 berhasil temukan mineral baru di Bulan

Chang-e 4 merupakan satu-satunya rover yang berhasil mendarat di sisi terjauh Bulan. Dalam penjelajahannya, armada Cina itu berhasil menemukan dua mineral baru di sana.

Chang-e 4 berhasil temukan mineral baru di Bulan Source: China Global Television Network

Beberapa waktu lalu, rover Chang-e 4 milik Cina berhasil mencetak sejarah. Ini merupakan satu-satunya rover yang berhasil mendarat di sisi jauh Bulan yang tidak menghadap ke Bumi. Sewaktu diluncurkan, Chang-e 4 berhasil mendarat di kawah Von Kármán, salah satu struktur tumbukan terbesar yang ada di tata surya.

Dilansir dari Engadget (18/5), penjelajah darat Yutu-2 dilaporkan telah mendeteksi tanda-tanda pertama dari material kulit permukaan Bulan. Jika mineral yang ditemukan itu terbukti menjadi bagian dari kulit permukaan Bulan, penemuan itu dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami bagaimana Bulan dan Bumi terbentuk.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin

MIT ciptakan tinta yang dapat berubah warna


Ketika menjelajah cekungan kawah itu, Yutu-2 berhasil menemukan dua mineral baru, yakni kalsium rendah (ortho)pyroxene dan olivine. Penemuan ini berhasil mengkonfirmasi prediksi kandungan kulit permukaan Bulan yang pernah dibuat sebelumnya.

Para ilmuwan menduga bahwa kerak dan lapisan kulit permukaan Bulan berbeda satu sama lain. Hal ini terjadi lantaran adanya lautan magma kuno yang mendingin dan memadat di bawah permukaan Bulan. Namun sejauh ini, para ilmuwan hanya membuat prediksi berdasarkan contoh kulit permukaan yang diambil melalui misi Apollo yang notabene mendarat di sisi dekat Bulan yang menghadap ke Bumi.

Hingga saat ini, belum ada yang berhasil mengumpulkan contoh kulit permukaan dari sisi terjauh Bulan. Kendati berhasil mengumpulkan material dari sisi jauh Bulan, para ilmuwan mengingatkan bahwa hasil penelitian ini belum dapat disimpulkan. Untuk selanjutnya, Yutu-2 bakal terus mempelajari mineral baru tersebut. Harapannya, para ilmuwan dapat semakin memahami konteks dan asal-usul geologisnya serta menentukan potensi untuk membawa sampel itu ke Bumi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: