sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
Jumat, 03 Jan 2020 09:30 WIB

Bosch siap komersilkan sistem LiDAR berbasis laser

Sistem LiDAR berbasis laser menyatukan peta 3D beresolusi tinggi secara real-time dari area sekitarnya, yang dapat digunakan sistem mobil untuk lebih memahami segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

Bosch siap komersilkan sistem LiDAR berbasis laser
Source: Bosch via Engadget

Perusahaan OEM asal Jerman, Bosch, dikabarkan telah mengembangkan sensor LiDAR siap produksi untuk digunakan dalam kendaraan. Mereka berharap dapat menekan biaya dengan membuatnya dalam skala besar.

Diharapkan teknologi ini dapat menawarkan harga lebih rendah dan mendukung adopsi yang lebih luas dari sistem mengemudi otonom. Dilansir dari Engadget (2/1), LiDAR adalah bagian dari pengembangan sensor untuk ambisi sistem otonom dari Bosch. Perusahaan ini mengatakan telah merancang sensor tersebut untuk semua kasus penggunaan pengendaraan otonom.

Sistem LiDAR berbasis laser menyatukan peta 3D beresolusi tinggi secara real-time dari area sekitarnya, yang dapat digunakan sistem mobil untuk lebih memahami segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya dan bereaksi sesuai dengan keadaan. Sensor bekerja bersamaan dengan radar dan kamera untuk membantu mobil bernavigasi dengan optimal.

Bosch bukanlah satu-satunya perusahaan yang bekerja pada sensor LiDAR, tetapi perusahaan ini adalah pemasok utama. Jika hal tersebut dapat menjaga biaya produksi, maka bisa membantu membuat mobil semi-otonom dan sepenuhnya otonom lebih terjangkau.

Tahun lalu, Luminar meluncurkan sistem LiDAR yang dikatakan berharga kurang dari USD1.000 (Rp13,8 juta) untuk mobil. Waymo juga mengatakan tahun lalu akan mulai menjual sensor LiDAR, mungkin dihargai kurang dari USD5.000 (Rp69,5 juta). Sensor-sensor ini secara signifikan lebih murah daripada sensor lain, yang harganya mencapai USD75.000 (Rp1 miliar) selama beberapa tahun terakhir. Tidak jelas kapan Bosch akan mulai menjual sensornya sendiri atau berapa biayanya, tetapi setidaknya munculnya kompetisi akan membantu menurunkan harga LiDAR.

Sementara itu, baru-baru ini Bosch mengatakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam teknologi kamera sistem berkendara otonomnya. Teknologi ini dapat mendeteksi dan mengelompokkan objek dan mengukur pergerakannya. Ia juga dapat mengenali pejalan kaki, kendaraan yang berlalu, dan pengendara sepeda dengan cepat dan andal.

Share
back to top