Berkat nanochain, kapasitas baterai akan lebih besar

Jika dibandingkan dengan elektroda grafit, elektroda nanochain memiliki kapasitas lithium-ion dua kali lipat.

Berkat nanochain, kapasitas baterai akan lebih besar Source: Pexels

Dewasa ini gadget terus mengadopsi teknologi mutakhir, tetapi baterai ponsel tampaknya tidak dapat bertahan sehari penuh. Dengan demikian, penelitian baru dari Purdue University mengembangkan metode baru untuk merancang baterai lithium-ion yang mampu membuatnya lebih tahan lama dan mengisi daya lebih cepat.

Jumlah muatan yang dipegang oleh baterai tergantung pada jumlah ion lithium yang dapat disimpan. Grafit digunakan untuk baterai meski bahan lain dapat menampung lebih banyak ion lithium karena bahan lain ini terlalu berat untuk dapat digunakan secara praktis.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Penemu baterai lithium-ion dapat hadiah Nobel

Prolink PPB1005, dukung pengisian cepat dan nirkabel

Baterai mobil listrik terbaru bisa tahan jutaan km


Dilansir dari Digital Trends (22/9), para peneliti menggunakan elemen yang disebut antimony untuk membuat struktur jaringan yang disebut “nanochain” agar membuat baterai lebih efisien.

Jika dibandingkan dengan elektroda grafit, elektroda nanochain memiliki kapasitas lithium-ion dua kali lipat. Efeknya bertahan dalam jangka panjang, karena kapasitas masih menampung untuk 100 kali siklus pengisian dan pemakaian.

Bahan serupa telah digunakan di masa lalu untuk meningkatkan kapasitas baterai, tetapi bahan ini bisa berbahaya karena dapat memuai tiga kali lipat.

Agar dapat mengatasi perluasan material, para ilmuwan menerapkan senyawa kimia termasuk zat pereduksi dan zat nukleasi. Ini membuat pori-pori dalam nanochain yang membuat ruang untuk ekspansi dan mencegah kegagalan elektroda. Langkah selanjutnya adalah bagi para peneliti untuk mencoba meningkatkan desain ke ukuran baterai ponsel, atau perangkat lainnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: