Begini nasib tata surya tanpa matahari

Apa jadinya jika matahari kehabisan bahan bakarnya? Sejumlah peneliti mulai memperoleh jawabannya melalui bintang kerdil yang baru saja ditemukan.

Begini nasib tata surya tanpa matahari (Ilustrasi bintang kerdil) Source: NewAtlas

Bagaimana jadinya kelangsungan sebuah planet jika bintangnya telah mati? Padahal sebuah bintang pada suatu sistem tata surya bisa dibilang merupakan inti dari terbentuknya sistem tersebut. Nah, melalui sebuah pengamatan para peneliti berhasil mendapat gambaran mengenai nasib Bumi jika matahari kehabisan bahan bakar dan mati.

Para peneliti menemukan sebuah bintang kerdil dengan jarak sekitar 410 tahun cahaya dari Bumi. Bintang kerdil merupakan sebutan untuk bintang yang sudah mati. Jadi, ketika sebuah bintang mulai kehabisan bahan bakarnya, ia membengkak dan berwarna merah. Kemudian dalam sakratul mautnya, bintang tersebut melemparkan lapisan paling luarnya. Melalui proses yang dramatis itu, tersisa sebuah inti yang super padat, yang disebut bintang kerdil.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sensor di kacamata bisa mengukur kadar gula dalam darah

Memburu jejak kehidupan di Planet Mars

Peneliti temukan metal baru yang tidak dapat tenggelam


Transisi itu bisa menjadi malapetaka bagi sejumlah planet yang mengorbit bintang tersebut. Ketika lapisan terluar dilemparkan, planet-planet dalam sistem tata surya akan mengalami kiamatnya. Di sistem tata surya matahari, planet yang akan terdampak langsung adalah Merkurius, Venus dan tentunya Bumi. Tapi persoalan tidak berhenti sampai di situ. Gravitasi bintang kerdil akan mengikis planet-planet yang lebih besar menjadi berukuran kerdil juga.

Bintang kerdil yang diteliti itu awalnya berukuran dua kali matahari. Namun ketika menjadi bintang kerdil, ukurannya menjadi sama dengan Bumi. kendati begitu, massanya terbilang sangat padat, yakni 70 persen dari massa matahari dengan kekuatan gravitasi sekitar 100.000 kali lebih kuat dari gravitasi matahari.

Namun dalam sistem tata surya kita, hal ini diperkirakan baru akan terjadi sekitar lima hingga enam miliar tahun lagi. Dalam rentang waktu itu, bisa saja program pencarian planet layak huni NASA berhasil menemukan planet yang ideal untuk menjadi pengganti Bumi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: