Baterai ini bisa membuat mobil listrik tempuh jarak 1000 km

Sebuah startup asal Swis berhasil kembangkan baterai dengan densitas tinggi. Klaim perusahaan itu menyatakan bahwa baterai tersebut mampu membuat mobil listrik menempuh jarak 1000 km.

Baterai ini bisa membuat mobil listrik tempuh jarak 1000 km SourceL Innolith

Komponen terpenting dalam sebuah mobil listrik adalah baterai yang menjadi sumber tenaganya. Kapasitas yang besar mampu membuat sebuah mobil listrik melaju dengan jarak yang lebih jauh. Nah, sebuah startup asal Swiss menyatakan telah berhasil membuat baterai lithium-ion dengan kepadatan yang tinggi.

Dilansir dari TheVerge (5/4), Innolith mengklaim berhasil membuat baterai dengan densitas 1000 Wh/kg. Ini merupakan baterai dengan densitas tinggi pertama yang berhasil dibuat di dunia. Sebagai pembanding, baterai Tesla Model 3 diperkirakan memiliki densitas sebesar 250 Wh/kg. Di sisi lain, Departemen Energi Amerika Serikat dikabarkan tengah mendanai program untuk membuat baterai berdensitas 500 Wh/kg.


BACA JUGA

Perusahaan rintisan asal AS berhasil kembangkan baterai untuk pesawat terbang

Baterai termal bakal jadi solusi energi di masa depan

Baterai berkapasitas terbesar di dunia gunakan sodium sulfur


“Ini merupakan loncatan besar. Pada dasarnya, dalam hitungan kasar, densitasnya empat kali dari baterai lithium biasa. Idealnya, peningkatan kapasitas lithium-ion  umumnya hanya terjadi sebanyak tiga kali lipat.” ujar Alan Greenshields, pimpinan Innolith.

Baterai tersebut dikabarkan mampu memberi asupan tenaga untuk mobil listrik hingga jarak tempuh 1000 kilometer dalam satu kali pengisian daya. Jangkauan itu lebih jauh dari jangkauan yang dapat diberikan oleh baterai lithium yang ada saat ini.

Sebagai pembanding, jarak terjauh yang bisa ditempuh sebuah mobil Tesla adalah 330 mil atau sekitar 531 km. Beberapa manufaktur mobil listrik berusaha untuk mencapai jangkauan jarak yang sama. Misalnya, Henrik Fisker, yang saat ini berencana untuk mengembangkan baterai padat. Baterai jenis ini diperkirakan akan mampu mendukung jarak 804 km.

Rahasia dibalik besarnya kapasitas baterai besutan Innolith adalah komponen di dalamnya. Innolith mengganti material elektrolit yang semula menggunakan bahan organik menjadi anorganik yang lebih stabil dan tidak mudah terbakar.

“Kami mengganti material organik dengan anorganik, seperti garam.” ujar Greenshields.

Ada dua keuntungan yang dihadirkan material anorganik tersebut. Pertama, material anorganik mengurangi kemungkinan baterai terbakar. Kedua, bahan ini terbilang lebih stabil ketimbang bahan organik ketika baterai digunakan untuk menyimpan energi dalam jumlah besar.

Bahan organik yang biasanya terdapat pada sebagian besar baterai lithium-ion adalah sumber utama dari reaksi sampingan yang dapat ditimbulkan dari penggunaan jangka panjang. Semakin digunakan reaksi sampingan ini akan mengkonsumsi bahan aktif di dalamnya. Hal ini bakal membuat baterai menjadi semakin tidak produktif.

Greenshields dengan yakin menyatakan bahwa Innolith berhasil mengatasi persoalan tersebut dengan baterai terbaru mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: