Baterai fluoride penantang Lithium-ion

Selama ini lithium dijadikan rujukan utama untuk baterai isi ulang, kini popularitasnya bakal tersaingi oleh baterai fluoride

Baterai fluoride penantang Lithium-ion Source: NewAtlas

Mendengar kata fluoride, akan langsung terbayang sebuah pasta gigi. Pasalnya, fluoride memang sudah jamak digunakan dalam berbagai produk pasta gigi. Fungsinya untuk mengembalikan mineral di gigi yang hilang akibat asam.

Namun belakangan ini, sejumlah peneliti berhasil menemukan cara untuk mengimplementasikan fluoride ke baterai. Baterai berbahan fluoride ini diharapkan memiliki masa pakai yang lebih lama ketimbang baterai lithium yang sekarang ini banyak digunakan.


BACA JUGA

Kualitas baterai smartphone terus memburuk

Panasonic diduga pakai kobalt dari Kuba untuk baterai Tesla

Inggris ingin tiap rumah baru bisa isi ulang daya mobil listrik


Ide menggunakan fluoride sebenarnya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Sayangnya ide ini sangat sulit untuk dilakukan. Diperlukan sejumlah elektrolit cair untuk membuatnya bekerja pada suhu ruangan. Namun hal itu justru menimbulkan persoalan baru.

Robert Grubbs, salah satu dari peneliti yang terlibat proyek ini menerangkan, “Baterai Fluoride dapat memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi, yang berarti baterai jenis ini bisa bertahan lebih lama, setidaknya delapan kali lebih lama daripada baterai yang saat ini digunakan,"

“Tetapi pengerjaan baterai fluoride bisa sangat menantang, karena material ini bersifat sangat korosif dan reaktif.” ujarnya.

Nah, tim peneliti tersebut berhasil menemukan solusi dari tantangan tersebut. Mereka menggunakan cairan elektrolit yang dikenal sebagai BTFE, sebuah molekul sintetis yang memungkinkan fluoride untuk larut dalam suhu ruangan. Tantangan baru pun muncul, yakni bagaimana membuat baterai fluoride bekerja dengan baik.

Untuk itu tim tersebut mengembangkan sebuah desain baru yang menempatkan fluoride sebagai pembawa muatan dalam baterai. Fluoride inilah yang membantu membuat baterai bertahan lebih lama.

“kami masih berada dalam tahap awal pengembangan, tetapi ini adalah baterai fluoride rechargeable pertama yang dapat bekerja pada suhu ruangan,” ujar Simon Jones.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: