Astronom temukan sinyal radio di antariksa

Astronom temukan sinyal radio di antariksa. Temuan ini diharapkan akan membantu pemetaan antariksa, sayangnya hal itu bukan perkara mudah

Astronom temukan sinyal radio di antariksa Source: Beijing Planetarium

Sudah bukan rahasia lagi kalau manusia mencoba lebih memahami misteri alam semesta. Hal itulah yang mendorong manusia melakukan berbagai misi ke luar angkasa. Tak hanya itu, sejumlah astronom juga berusaha menangkap gelombang radio yang terdapat dari luar angkasa.

Berkaitan dengan gelombang radio yang ada di luar angkasa, sekelompok astronom menemukan lebih dari selusin gelombang radio yang datang dari luar angkasa, termasuk beberapa semburan yang ternyata berasal dari lokasi yang sama. Ini kali kedua para astronom tersebut menemukan kilatan intergalaksi tersebut.


BACA JUGA

Jembatan ini tampak hidup berkat beragam sensor

Ilmuwan berhasil ubah limbah plastik jadi bahan bakar jet

Mobil pengiriman barang otonom mulai diproduksi massal di Cina


Dalam sebuah jurnal yang dirilis, temuan tersebut menarik minat para astronom. Pasalnya, sumber itu terus memancarkan Fast Radio Bursts (FRB) , yang membuka kemungkinan untuk melakukan banyak observasi.

Perlu diketahui, biasanya FRB hanya berlangsung dalam hitungan milisekon dan hilang begitu saja. Biasanya jarak sumber sinyal tersebut berada sangat jauh dari bumi. FRB pertama ditemukan pada 2007 dan sejak saat itu ada 52 sumber yang berhasil dideteksi. Nah, di tahun 2015, ada FRB spesial yang ternyata berasal dari lokasi yang sama.

Mendeteksi FRB bukan hal yang mudah. Meski diperkirakan ada 5000 FRB setiap hari, namun untuk mendeteksinya perlu posisi yang tepat. Masalahnya adalah, tidak pernah diketahui kapan dan di mana FRB akan bertumbukan. Singkatnya durasi FRB juga menjadi tantangan tersendiri.

Sedikitnya ada enam semburan FRB dari lokasi yang sama tersebut. Para astronom berharap, dengan semakin banyak FRB yang berhasil ditangkap mampu membuat mereka memetakan struktur alam semesta.

“Hal itu merupakan kabar baik, karena semakin banyak FRB yang kami miliki, semakin baik kami memetakan media intergalaksi.” ujar Cherry Ng, seorang astronom radio di Universitas Toronto, seperti dilansir dari TheVerge (10/1).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: