sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
Senin, 01 Feb 2021 10:30 WIB

Program Artemis NASA akan buat pangkalan di kutub selatan Bulan

Lokasi pangkalan di Bulan dipertimbangkan berdasarkan kawah gelap yang dingin dan sinar matahari yang dapat memberi sumber tenaga pada panel surya.

Program Artemis NASA akan buat pangkalan di kutub selatan Bulan
Source: NASA

Astronot yang NASA kirim ke Bulan untuk program Artemis bukan sekadar untuk perjalanan singkat. Mereka juga akan membangun pangkalan Bulan yang dapat digunakan untuk jangka panjang, di mana astronot dapat singgah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. NASA telah mempertimbangkan lokasi yang cocok untuk pangkalan ini dan telah mempersempit opsi di area kutub selatan Bulan.

Kutub tersebut merupakan pilihan yang tepat karena dekat dengan banyak kawah gelap yang diduga mengandung air es, serta diterpa matahari pada sudut rendah. Lokasi harus menerima sinar matahari karena itu akan menjadi sumber daya untuk panel surya yang bertugas menghidupkan pangkalan. Jadi, lokasi harus memiliki keseimbangan antara area gelap dan terang.

“Salah satu idenya adalah mendirikan pangkalan di zona yang diterangi dan melintasi kawah ini, yang sangat dingin,” kata ilmuwan NASA Goddard Daniel P. Moriarty yang terlibat dalam tim analisis dan perencanaan situs Kutub Selatan dilansir dari Digital Trends (1/2).

Moriarty menambahkan, pertimbangan lain dalam memilih lokasi adalah kemudahan untuk mendarat. Pendaratan di Bulan masih sangat menantang. Hal ini dikarenakan medan tidak rata. Idealnya, wilayah memiliki daratan yang datar agar terhindar dari kendaraan terbalik saat melakukan pendaratan.

Area pendaratan harus dipisahkan dari hal lain, seperti habitat atau panel surya setidaknya berjarak 1 kilometer. Itu juga harus ditempatkan pada ketinggian yang berbeda untuk menghindari pesawat ruang angkasa yang akan melemparkan puing-puing berkecepatan tinggi saat turun. Beberapa ilmuwan telah memperkirakan saat pesawat mendorong mesinnya untuk pendaratan lunak, ia berpotensi menyemprotkan ratusan kilogram partikel permukaan, air, gas, dan lainnya.

“Memanfaatkan bentang alam, seperti perbukitan dapat berguna sebagai penghalang untuk meminimalkan dampak kontaminasi,” kata Ruthan Lewis, insinyur biomekanik dan industri arsitek, dan pemimpin analisis dan perencanaan situs Kutub Selatan NASA. “Jadi, Kami melihat jarak, ketinggian, dan kemiringan dalam perencanaan Kami.”

Di samping itu, pangkalan Artemis harus berada di sisi yang menghadap ke Bumi untuk memudahkan para insinyur menggunakan gelombang radio. Ini berfungsi dalam proses komunikasi antara astronot yang ada di Bulan dan mereka yang bekerja dari Bumi.

Tag
Share
×
tekid
back to top