Aplikasi berbasis AI bisa deteksi kanker kulit

Salah satu sektor yang sering memanfaatkan fungsi ini adalah medis. Dengan peralatan dan aplikasi berbasis AI, tim medis dapat dengan mudah memberi diagnosa sebuah penyakit dengan lebih akurat. 

Aplikasi berbasis AI bisa deteksi kanker kulit Source: Skyvision

Perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence telah memunculkan banyak aplikasi yang dapat digunakan sehari-hari. Salah satu sektor yang sering memanfaatkan fungsi ini adalah medis. Dengan peralatan dan aplikasi berbasis AI, tim medis dapat dengan mudah memberi diagnosa sebuah  penyakit dengan lebih akurat. 

Nah, saat ini ada sebuah aplikasi bernama SkinVision. Aplikasi ini akan membuat pengguna mampu menilai dan melacak titik-titik tertentu di kulit mereka yang berubah seiring berjalannya waktu. Aplikasi ini bekerja dengan meminta pengguna untuk mengambil gambar titik tertentu di kulit mereka menggunakan kamera smartphone. Butuh waktu sekitar 30 detik untuk memasukkan foto pengguna. Kemudian algoritma artificial intelligence akan memberikan penilaian berdasarkan hasil foto tersebut.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Kapal otonom dengan AI akan seberangi samudera Atlantik

Nvidia, GM, dan Toyota berkolaborasi demi mobil otonom

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat


Hasil penilaian itu pun bervariasi, mulai dari rendah hingga tinggi. AI tersebut akan memberi penilaian dengan melihat tanda-tanda kanker kulit seperti pola yang tidak biasa, warna, ukuran hingga pinggiran kulit yang tidak rata. 

“Layanan kami tidak hanya memberikan diagnosis, tetapi juga penilaian dan rekomendasi ancaman yang akan terjadi. Kami bertujuan untuk mengurangi tekanan pada sistem medis dengan membantu individu untuk mendapatkan perawatan kesehatan profesional di waktu yang tepat.” ujar seorang juru bicara SkyVision, Abigail Blackburn, sebagaimana dilansir dari Digital Trends (20/9). 

Dari sebuah studi yang dipublikasikan, beberapa investigator yang sudah mencoba Skyvision mengatakan aplikasi ini memainkan peranan penting dalam deteksi dini kanker kulit. Mereka menyimpulkan bahwa sensitivitas aplikasi ini mencapai 95,1 persen dalam mengidentifikasi penyakit kanker kulit. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: