Algoritma MIT bisa selamatkan ibu hamil

Hasilnya adalah gambar yang lebih mirip dengan plasenta setelah sang bayi lahir, dan ini bisa memungkinkan dokter untuk mendiagnosis dan mengobati masalah lebih awal dalam kehamilan.

Algoritma MIT bisa selamatkan ibu hamil Source: Pexels

Plasenta atau ari-ari berfungsi untuk menghubungkan janin dengan sistem darah ibu, dengan demikian plasenta memainkan peran penting dalam kehamilan. Tetapi menilai kesehatan plasenta terbilang cukup sulit karena teknik pencitraan modern memberikan informasi terbatas. Dilansir dari Engadget (2/10), para peneliti dari Computer Science and Artificial Intelligence Lab (CSAIL) di MIT kemungkinan dapat mengubahnya menggunakan algoritma berbasis mesh volumetrik.

Jika hanya menggunakan sistem MRI, permukaan lengkung rahim membuat gambar plasenta sulit untuk dideteksi. Dengan menggunakan algoritma baru tersebut, tim CSAIL dapat memodelkan plasenta tanpa lengkungan. Pertama-tama algoritma memodelkan bentuk plasenta dengan membaginya menjadi ribuan piramida kecil yang disebut tetrahedra.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Pesawat listrik ini bersuara lebih tenang dari penghisap debu

NASA segera uji coba pesawat bertenaga listrik

Modul pendarat bulan misi Chandrayaan-2 ditemukan


Hasilnya adalah gambar yang lebih mirip dengan plasenta setelah sang bayi lahir, dan ini bisa memungkinkan dokter untuk mendiagnosis dan mengobati masalah lebih awal dalam kehamilan. Cara ini juga dapat membantu mengurangi risiko kondisi seperti pre-eklamsia (sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan kadar protein, dan pembengkakan pada tungkai).

Tim CSAIL akan mempresentasikan temuan mereka dalam sebuah makalah di Konferensi Internasional tentang Medical Image Computing and Intervensi Bantuan Komputer (MICCAI) di Shenzen, Tiongkok pada 14 Oktober. Selanjutnya, mereka berencana untuk bekerja sama dengan Rumah Sakit Anak Boston dan Rumah Sakit Umum Massachussetts untuk membandingkan gambar plasenta dalam rahim dengan gambar dari plasenta yang sama pasca kelahiran.

“Meskipun ini hanya langkah pertama, kami pikir pendekatan seperti ini berpotensi menjadi metode pencitraan standar ahli radiologi,” kata pemimpin penulis makalah tersebut, Mazdak Abulnaga.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: