Alam semesta ternyata berkembang lebih cepat dari prediksi ilmuwan

Ilmuwan memiliki pemahaman bahwa alam semesta terus berkembang hingga saat ini. Namun ternyata perkembangan itu lebih cepat dari yang mereka prediksi sebelumnya.

Alam semesta ternyata berkembang lebih cepat dari prediksi ilmuwan Source: NASA

Selama ini, para ilmuwan sependapat kalau alam semesta ukurannya terus bertambah. Ini merupakan pemahaman umum di kalangan para ilmuwan. Namun data dari Teleskop Hubble yang baru-baru ini muncul, menunjukkan bahwa ekspansi tersebut ternyata lebih cepat dari yang selama ini diperkirakan.

Dilansir dari DigitalTrends (29/4), data tersebut diambil setelah Teleskop Hubble mengamati pergerakan bintang di sekitar galaksi. Para astronom memperhitungkan bahwa ukuran alam semesta berkembang 9% lebih cepat ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.


BACA JUGA

NASA waspada, asteroid besar mendekati bumi

Ilmuwan kembangkan cara untuk ukur tekanan darah lewat selfie

Saking panasnya, logam berat menguap di planet ini


Perluasan alam semesta ini dapat dijelaskan dalam satuan angka yang diklaim cukup tepat yakni, konstanta Hubble. Sebelumnya tetapan nilai Hubble adalah 67,4 km per detik per megaparsec. Itu berdasarkan pengamatan pada alam semesta awal. Namun setelah teleskop Hubble diluncurkan, muncul perdebatan mengenai satuan ini. Diperkirakan konstanta Hubble jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Untuk menguji perbedaan tersebut, metode baru digunakan untuk mengamati bintang di galaksi tetangga Bima Sakti, Large Magellanic Cloud (LMC). Melalui metode tersebut, diperkirakan bahwa konstanta Hubble bukan lagi 67,4 melainkan 74,03 km per detik per megaparsec.

Untuk diketahui, parsec merupakan satuan ukuran jarak yang sama dengan 3,3 tahun cahaya. Jadi, 1 megaparsec sama dengan 3,3 juta tahun cahaya. Konstanta Hubble sendiri merupakan hitungan gerakan galaksi di alam semesta. Dalam hal ini, galaksi akan bergerak dengan kecepatan 74,03 km per detik untuk setiap 1 megaparsec lebih jauh.

“Kami melakukan pengukuran yang berbeda secara fundamental. Salah satunya adalah pengukuran seberapa cepat alam semesta berkembang hingga hari ini. Sementara yang lain adalah prediksi berdasarkan fisika alam semesta dan pada pengukuran seberapa cepat seharusnya alam semesta berkembang.” ujar Adam Riess, pimpinan peneliti di Space Telescope Science Institute (STScI).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: