sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id oppo
Jumat, 13 Jan 2023 15:04 WIB

Airbus uji teknologi terbang otonom di beberapa pesawatnya

Airbus dikatakan sedang menguji teknologi terbang otonom yang memungkinkan pesawat dapat lepas landas dan mendarat otomatis.

Airbus uji teknologi terbang otonom di beberapa pesawatnya

Airbus sedang menguji serangkaian teknologi otonom baru yang diklaim memiliki potensi untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan. Teknologi otonom yang disebut sebagai proyek DragonFly Airbus. Ini termasuk sistem pengalihan darurat otomatis dalam penerbangan, pendaratan otomatis, dan bantuan berjalan ke landasan terbang.

Perusahaan tersebut sedang menguji fitur-fitur baru menggunakan pesawat A350-1000 di Bandara Toulouse-Blagnac, yang merupakan tempat uji coba Airbus. Dilansir dari The Verge (13/1), eksperimen ini sedang dilakukan oleh Airbus UpNext, anak perusahaan raksasa kedirgantaraan yang memvalidasi teknologi baru sebelum meluncurkannya ke armada yang lebih luas.

Nama DragonFly memiliki arti. AirBus mengatakan teknologi itu dimaksudkan untuk meniru kemampuan serangga untuk mengenali lokasi tertentu. Tujuannya adalah untuk menggunakan kemampuan ini agar dapat membantu pesawat berjalan secara mandiri sebelum lepas landas, menangani insiden ketika anggota kru mungkin tidak mampu, dan melakukan lepas landas dan pendaratan otomatis.

“Pengujian ini adalah salah satu dari beberapa langkah dalam penelitian metodis teknologi untuk lebih meningkatkan operasi dan keselamatan,” kata kepala demonstran DragonFly, Airbus UpNext, Isabelle Lacaze. “Terinspirasi oleh biomimikri dan alam dengan cara yang sama seperti capung diketahui memiliki kemampuan untuk mengenali landmark, sistem yang sedang dikembnagkan dirancang untuk mengidentifikasi fitur di lanskap yang memungkinkan pesawat untuk ‘melihat’ dan bermanuver dengan aman secara mandiri di lingkungannya.”

Selama pengujian, pesawat eksperimental Airbus mampu mengenali dan merespons kondisi eksternal, seperti zona penerbangan, medan tertentu, dan cuaca. Pesawat menghasilkan jalur penerbangan baru dan mengkomunikasikan informasi ini ke kontrol lalu lintas udara (ATC) dan operator bandara lainnya, semuanya secara mandiri.

Airbus UpNext menggunakan data dari pengujian ini untuk “mempersiapkan algoritma berbasis visi komputer generasi berikutnya untuk memajukan bantuan pendaratan dan berjalan”. Artinya, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, kita dapat melihat pesawat dengan lebih banyak fitur otomatis daripada model sebelumnya.

Perusahaan asal Prancis itu juga mengumumkan persiapannya untuk masa depan. Airbus telah mendanai beberapa proyek lepas landas dan mendarat vertikal berbasis listrik (eVTOL) selama bertahun-tahun, termasuk Vahana dan CityAirbus.

Vahana adalah demonstran eVTOL pilot tunggal berbentuk telur, sedangkan CityAirbus dapat membawa empat penumpang dan memiliki jangkauan 100 km. Perusahaan itu juga bekerja sama dengan startup Lidar Luminar guna menemukan aplikasi untuk kemampuan pemetaan 3D sensor laser.

Share
×
tekid
back to top