AI IBM bisa meramu parfum

IBM memanfaatkan AI untuk membantu ahli parfum mendesain aroma unggulan terbaru ketimbang mesin yang akan menggantikan ahli parfum.

 AI IBM bisa meramu parfum Source: Pexels

IBM Research bekerja sama dengan salah satu produsen aroma terbaik, Symrise, untuk menciptakan artificial intelligence (AI) pembuat ramuan parfum. Dilansir dari Engadget (25/10), nama AI tersebut adalah Philyra yang menggunakan machine learning untuk mendeteksi ribuan bahan, formula, dan tren industri untuk memperoleh apa yang dianggap IBM sebagai kombinasi unik. IBM memanfaatkan AI untuk membantu ahli parfum mendesain aroma unggulan terbaru ketimbang mesin yang akan menggantikan ahli penciuman.

Philyra mendeteksi ribuan formula dan bahan mentah untuk mengidentifikasi pola dan kombinasi baru untuk menemukan celah potensial di pasar dan mengisinya dengan aroma baru. AI tersebut menemukan bahan baku alternatif, menyimpulkan dosis berdasarkan pola penggunaan manusia dan bagaimana mereka cenderung merespons sebelum membandingkannya dengan wewangian yang ada. Analisis instan yang sangat luas ini dapat benar-benar membantu pada ahli parfum.

Saat ini, AI bikinan IBM sedang menggarap dua parfum yang akan diluncurkan pada pertengahan 2019 untuk merek O Boticário dari Brazil. Kedua parfum tersebut sedikit diramu oleh ahli parfum demi memastikan adanya nada tertentu yang ditekankan dan menempel pada kulit dalam durasi cukup lama. Symrise juga berencana untuk mendistribusikan teknologi ini ke ahli parfum mereka di seluruh dunia dan ke Perfumery School untuk membantu melatih para siswa.

Selain membuat Anda lebih wangi, IBM yakin teknologi ini dapat membantu dalam penggunaan lain, seperti rasa, perekat kosmetik, pelumas, dan bahan konstruksi.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: