AI Google mampu deteksi kanker dengan akurasi 99 persen

Peneliti Google menjelaskan bahwa AI mereka yang dikenal sebagai Lymph Node Assistant (LYNA), telah mencapai tingkat kecanggihan yang signifikan.

AI Google mampu deteksi kanker dengan akurasi 99 persen (Foto: AI Future)

Peneliti kanker terus mengembangkan teknologi yang digunakan dokter untuk menyaring , mendeteksi dan mengobati semua jenis kanker. Kini, Artificial Intelligence (AI/Kecerdasan Buatan) berkontribusi membantu para ilmuwan untuk melawan penyakit ganas itu. Siapa sangka, AI yang mereka gunakan dirancang oleh Google.

Dalam posting-an terbaru, peneliti Google menjelaskan bahwa AI mereka yang dikenal sebagai Lymph Node Assistant (LYNA), telah mencapai tingkat kecanggihan yang signifikan. Dilansir BGR (16/10), LYNA mampu membedakan antara kanker dan non-kanker dengan akurasi mencapai 99 persen.

Dalam makalah penelitian Google menjelaskan, LYNA menunjukkan akurasi yang luar biasa dalam menentukan apakah kanker payudara telah menyebar pada kelenjar getah bening pasien. Penentuan hal tersebut merupakan faktor utama dalam memutuskan bagaimana seorang pasien kanker dapat melanjutkan dan mengubah pilihan pengobatan yang telah diambil dokter dalam menangani kasus tertentu.

Google mencatat bahwa diagnosis kelenjar getah bening atau menentukan apakakah kanker telah menyebar atau tidak, bisa saja tidak akurat. Pasalnya, waktu kritis dan keputusan berjalan begitu cepat pada tahap awal pengobatan. Tingkat akurasinya bahkan hanya mencapai 38 persen, sebagaimana disebut Google dalam penelitian sebelumnya.

Disisi lain, LYNA sangat akurat dalam mendeteksi kanker hingga 99 persen. "LYNA mampu secara akurat menentukan lokasi dari kedua kanker dan wilayah mencurigakan lainnya dalam setiap slide, beberapa di antaranya terlalu kecil untuk secara konsisten dideteksi oleh patolog... Dengan demikian, kami beralasan bahwa salah satu manfaat potensial dari LYNA adalah menyoroti bidang perhatian bagi para ahli patologi untuk meninjaudan menentukan diagnosis akhir," tulis Google.

Pada akhirnya, AI bisa menjadi alat yang paling penting dalam mendeteksi kanker serta membantu dokter mendiagnosis penyakit tersebut. Teknologi itu juga akan membantu mengasah keahlian dokter guna menemukan pilihan pengoatan yang tepat, yang bisa menyelamatkan nyawa pasien. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: