sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
Kamis, 02 Jan 2020 09:05 WIB

AI Google bisa deteksi kanker lebih akurat

DeepMind berhasil mengembangkan model AI yang dapat mengidentifikasi kanker payudara dari pemindaian dengan lebih akurat.

AI Google bisa deteksi kanker lebih akurat
Source: Pexels

Pada tahun 2014, Google membeli perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama DeepMind. Kini perusahaan tersebut telah berhasil menanggulangi masalah kanker payudara. Meskipun kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum di antara wanita, pendeteksiannya sulit lantaran tingginya tingkat positif palsu (ketika mammogram dinilai tidak normal bahkan ketika tidak ada kanker) yang menyebabkan kesulitan dan dapat menyebabkan intervensi medis yang tidak perlu.

Dilansir dari Engadget (1/1), DeepMind berhasil mengembangkan model AI yang dapat mengidentifikasi kanker payudara dari pemindaian dengan lebih minim positif palsu atau negatif palsu (saat kanker ada tetapi tidak terdeteksi) ketimbang yang dilakukan oleh para ahli.

Perusahaan ini melatih teknologi AI miliknya menggunakan data yang tidak diindentifikasi dari pasien di AS dan Inggris, dan menunjukkan bahwa itu dapat mengurangi positif palsu sebesar 5,7 persen dan negatif palsu sebesar 9,4 persen di AS.

Berbeda dengan para ahli manusia, yang menggunakan riwayat pasien dan mammogram sebelumnya untuk membuat penilaian, AI hanya memiliki akses ke mammogram terbaru dari setiap pasien. Meski demikian, teknologi ini mampu membuat keputusan screening dengan akurasi lebih besar dari para ahli, dan modelnya dapat digeneralisasi untuk populasi berbeda, seperti wanita di AS dibandingkan dengan wanita di Inggris.

Pengembang AI menekankan bahwa ini adalah penelitian tahap awal dan lebih banyak studi serta kerja sama dengan penyedia layanan kesehatan sebelum sistem siap digunakan secara luas.

Sebelumnya DeepMind telah digunakan untuk keperluan medis dari mendeteksi penyakit mata hingga memprediksi penyakit ginjal, namun telah menjadi subjek kontrovesi yang cukup besar. Pada tahun 2017, terungkap bahwa Sistem Kesehatan Nasional Inggris telah berbagi data dengan DeepMind dengan “dasar hukum yang tidak sesuai,” dengan perusahaan menerima 1,6 juta catatan pasien tanpa persetujuan langsung dari pasien.

Share
back to top