AI bisa deteksi penyakit ginjal jauh lebih cepat

Model AI ini secara tepat mengidentifikasi 9 dari 10 pasien yang kondisinya memburuk ke titik di mana mereka membutuhkan analisa lebih jauh.

AI bisa deteksi penyakit ginjal jauh lebih cepat Source: Pexels

Gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) diinformasikan telah membunuh 500 ribu orang di AS dan 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Hal ini seringkali terjadi karena penyakit itu tidak terdeteksi. Dilansir dari Engadget (31/7), para peneliti ingin menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). DeepMind, perusahaan AI yang dimiliki Alphabet bermitra dengan Department of Veterans Affairs (VA) AS untuk mengembangkan algoritma prediksi AKI.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature, para mitra berbagi temuan mereka bahwa algoritma tersebut dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum kejadian. Model secara benar mengidentifikasi 9 dari 10 pasien yang kondisinya memburuk ke titik di mana mereka membutuhkan analisa lebih jauh.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Nvidia, GM, dan Toyota berkolaborasi demi mobil otonom

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat

Sistem AI dari MIT-IBM bisa kenali konten video lebih cepat


DeepMind juga memiliki asisten mobile untuk dokter, yang dikenal sebagai Streams, dievaluasi oleh para peneliti di University College London. Hasilnya menunjukkan bahwa, melalui aplikasi, dokter spesialis meninjau kasus mendesak dalam waktu 15 menit, berbeda dari cara konvensional yang memerlukan waktu beberapa jam.

Hanya 3,3 persen dari kasus AKI yang terlewatkan, dibandingkan dengan 12,4 persen jika tanpa aplikasi. Streams juga dapat menghemat biaya perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma pendeteksian AKI milik DeepMind, Streams dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.

Menggunakan alat ini, DeepMind berharap untuk dapat mempercepat resep obat sehingga melakukan pendekatan berbasis pencegahan. Cara ini tidak terbatas hanya untuk AKI saja. Ia juga akan melihat beberapa penyakit lain yang menyebabkan jutaan kematian. Tim DeepMind berencana untuk meneruskan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health, kemitraan yang dimaksudkan untuk mendorong dampak global.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: