sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
Kamis, 23 Apr 2020 19:13 WIB

AI bisa deteksi gejala corona 

Berbekal AI, gejala-gejala awal corona dapat dideteksi pada 4 sampai 7 hari sebelum penderita melakukan tes.

AI bisa deteksi gejala corona 
Source: Google

Artificial Intelligence saat ini dimanfaatkan untuk membantu tenaga medis memprediksi corona. Sekelompok peneliti dari Mayo Clinic dan Nference berhasil melatih AI untuk dapat mengenali corona dari gejala yang dialami seseorang. 

Seperti diketahui, sampai saat ini corona tidak memiliki gejala spesifik. Orang yang terjangkit virus ini kerap melaporkan gejala yang berbeda, seperti batuk disertai dengan demam, mudah lelah, berkeringat bahkan kehilangan kemampuan indera penciumannya dengan tiba-tiba. 

Dilansir dari Ubergizmo (23/4), para peneliti tersebut berhasil menggunakan AI untuk mengisolasi beberapa karakteristik corona. Hal ini berarti bahwa dengan menggunakan AI tersebut, mereka mampu mendeteksi gejala-gejala yang menjadi indikator bahwa seseorang sudah terinfeksi corona. Hal ini bahkan bisa dilakukan sebelum orang tersebut menjalani tes. 

Rekomendasi umum menyebut bahwa masa inkubasi virus corona memakan waktu kira-kira 14 hari. Namun, dengan mengandalkan AI, mereka dapat mendeteksi gejala-gejala awal yang dapat muncul pada 4 sampai 7 hari sebelum penderita melakukan tes corona. AI ini akan mendeteksi beberapa kombinasi, mulai dari batuk, diare, kehilangan kemampuan indera pengecap dan penciuman serta keringat yang berlebihan. 

“Ketika tes berbasis rumah untuk Covid-19 dengan sensitivitas tinggi sudah disetujui, menangkap gejala-gejala ini akan menjadi semakin penting untuk memfasilitasi pengembangan yang berkelanjutan dan penyempurnaan model penyakit. Alat kesehatan digital terintegrasi (EHR) dapat membantu mengatasi kebutuhan ini.” kata salah satu peneliti tersebut. 
 

Share
back to top