AI bisa cek darah untuk deteksi Alzheimer

Apa yang para ilmuwan IBM lakukan adalah menggunakan machine learning demi mendeteksi protein dalam darah yang dapat memprediksi konsentrasi biomaker dalam cairan tulang belakang.

AI bisa cek darah untuk deteksi Alzheimer Source: Pexels

Sebuah studi baru dari IBM Research memiliki potensi untuk memicu terobosan besar demi mendukung penemuan obat Alzheimer. Dilansir dari Engadget (10/3), Sekelompok peneliti IBM telah memanfaatkan kekuatan machine learning untuk mencari cara dan mendeteksi penanda biologis yang terkait dengan penyakit tersebut. Cara ini menggunakan yang disebut amiloid-beta melalui tes darah sederhana.

Solusi yang mereka buat bahkan dapat mendeteksi risiko calon penderita Alzheimer lebih awal ketimbang pemindaian otak sebelum gejala mulai muncul. Ini dapat membantu dokter dengan informasi yang dibutuhkan untuk menentukan langkah yang tepat untuk merawat pasien mereka dengan lebih baik.


BACA JUGA

Penjelasan Machine Learning buat mereka yang enggak peduli

AI Samsung bisa hidupkan lukisan Mona Lisa

AI Google bisa prediksi kanker paru-paru


Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017, konsentrasi amiloid-beta dalam cairan tulang belakang seseorang mulai berubah beberapa dekade sebelum tanda-tanda pertama penyakit muncul. Orang-orang yang sudah mengalami gangguan kognitif ringan dengan konsentrasi peptida yang abnormal dalam cairan tulang belakang mereka 2,5 kali lebih berkemungkinan terkena penyakit tersebut.

Sayangnya pengambilan cairan tulang belakang untuk pengujian bersifat sangat invasif, mahal dan tidak ideal untuk prosedur deteksi dini. Apa yang para ilmuwan IBM lakukan adalah menggunakan machine learning demi mendeteksi protein dalam darah yang dapat memprediksi konsentrasi biomaker dalam cairan tulang belakang.

Perusahaan itu mengatakan ini adalah pertama kalinya teknologi digunakan untuk tujuan spesifik tersebut, meskipun kita akan terus mendengar tentang machine learning dalam konteks penyakit neurodegeneratif: IBM bertujuan agar terus menggunakan AI untuk membantu para ilmuwan memahami lebih baik suatu kondisi, seperti Alzheimer.

Meski pengujian cairan tulang belakang yang sebenarnya akan lebih akurat, IBM yakin tes darahnya dapat membantu memprediksi risiko Alzheimer dengan akurasi hingga 77 persen. Metode ini masih dalam tahap awal pengujian, tetapi di masa depan, para ilmuwan juga dapat menggunakannya untuk menemukan subjek yang tepat untuk program pengembangan penyembuhan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: