AI bisa bantu dokter deteksi pendarahan otak lebih cepat

Hanya butuh sekitar satu detik untuk memberikan laporan, dan secara otomatis dapat mengklarifikasi berbagai jenis pendarahan.

AI bisa bantu dokter deteksi pendarahan otak lebih cepat Source: Pexels

Kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) sudah mampu menemukan kondisi medis dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tetapi kondisi medis seperti pendarahan otak sangat menantang, kesalahan deteksi hasilnya bisa fatal. Untungnya teknologi modern sudah siap untuk hal tersebut.

Dilansir dari Engadget (24/10), para peneliti di UC Berkeley dan UCSF berhasil menciptakan algoritma yang mampu mendeteksi pendarahan otak dengan akurasi lebih baik ketimbang dua dari empat ahli radiologi. Rahasianya adalah data pelatihan algoritma yang sangat detail.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

AI bisa hasilkan rekam medis dari percakapan pasien dan dokter

Australia manfaatkan AI untuk deteksi pengendara yang gunakan ponsel di mobil

Legoland bisa ubah orang jadi figur Lego berkat AI


Menurut UCSF, proses ini bergantung pada convolutional neural network yang meneliti lebih dari 4.396 CT scan. Ini adalah jumlah sampel yang relatif kecil, tetapi kelainan itu dirinci “pada tingkat piksel”. Dengan kata lain, mereka jauh lebih minim untuk berkemungkinan melakukan kesalahan lainnya sebagai pendarahan. Teknik ini juga memiliki pelatihan AI pada bagian gambar sekaligus, sehingga mengurangi kemungkinan asumsi yang salah berdasarkan perubahan sangat kecil.

Seperti sistem deteksi berbasis AI lainnya, ini tidak akan sepenuhnya menggantikan dokter. Hanya butuh sekitar satu detik untuk memberikan laporan, dan secara otomatis dapat mengklasifikasikan berbagai jenis pendarahan. Hal ini bisa menghemat waktu dokter dalam keadaan darurat, dan dapat memastikan bahwa sistem menangkap pendarahan yang sulit ditemukan.

Meski para ilmuwan masih dalam tahap pengujian algoritma terhadap CT scan dari pusat-pusat trauma, mungkin suatu saat ada kesempatan teknologi ini digunakan untuk dengan cepat mendeteksi pasien dan membantu dokter untuk lebih berfokus pada tindakan penyelamatan hidup manusia.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: