Pemerintah AS khawatir drone buatan China bisa dijadikan spionase

Tanggapan ini bisa sangat serius, seperti di AS, drone digunakan untuk semuanya, mulai dari penegakan hukum hingga misi tanggapan pertama dan pengiriman medis.

Pemerintah AS khawatir drone buatan China bisa dijadikan spionase Source: Pexels

Departement Keamanan Dalam Negeri AS mengeluarkan peringatan agar waspada terhadap drone buatan Cina yang mungkin mengirim informasi penerbangan ke perusahaan pembuatnya, sehingga dapat membaginya dengan pihak ketiga.

Menurut CNN, hal tersebut memperingatkan perusahaan dan organisasi bahwa pemerintah AS memiliki keprihatinan kuat tentang setiap produk teknologi yang membawa data AS ke dalam wilayah negara otoriter sehingga memungkinkan dinas intelijennya memiliki akses tanpa batas ke data itu.


BACA JUGA

Ilmuwan kembangkan drone yang dapat menciut saat terbang

NEC uji coba drone untuk penumpang

Kacamata drone terbaru dari DJI bisa rekam hingga 120 fps


Peringatan itu dilaporkan memperingatkan organisasi-organisasi yang terlibat dalam keamanan nasional dan fungsi-fungsi penting bahwa mereka harus “sangat waspada karena mereka mungkin berisiko lebih besar untuk melakukan spionase.” Tanggapan ini bisa sangat serius, seperti di AS, drone digunakan untuk banyak hal, mulai dari penegakan hukum hingga misi tanggapan pertama dan pengiriman medis.

Peringatan tersebut tidak mencantumkan produsen drone tertentu, tetapi hampir 80 persen drone di AS dan Kanada berasal dari DJI, yang berkantor pusat di Shenzhen, Cina. Menurut Reuters, DJI mengatakan “keamanan teknologi kami telah diverifikasi secara independen oleh pemerintah AS dan bisnis terkemuka AS.” Mereka juga mengatakan itu memberi pelanggannya kontrol penuh dan lengkap atas bagaimana data dikumpulkan, disimpan dan dikirim. Untuk pemerintah dan operasi penting lainnya, DJI juga menawarkan drone yang tidak mentrasfer data kembali ke perusahaan atau melalui internet.

Peringatan ini hadir kurang dari seminggu setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang penjualan dan penggunaan peralatan telekomunikasi yang menimbulkan risiko “tidak dapat diterima”  keamanan nasional.

Meski AS telah menyatakan kekhawatiran bahwa perusahaan seperti Huawei dan ZTE dapat menggunakan infrastruktur untuk memfasilitasi pengawasan, belum ada bukti publik bahwa Huawei berpartisipasi dalam spionase. Selain itu, belum ada indikasi pula bahwa produsen drone China telah membagikan data drone atau menggunakannya dengan tidak tepat. Demikian dilansir dari Engadget (20/5).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: