×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

PELNI Beralih ke Satelit LEO, Perkuat Monitoring Kapal dan Ketepatan Jadwal Pelayaran Nasional

Oleh: Tek ID - Selasa, 27 Januari 2026 20:20

PELNI memperkuat sistem komunikasi kapal berbasis satelit LEO untuk meningkatkan monitoring armada, keselamatan pelayaran, dan ketepatan jadwal.

PELNI Beralih ke Satelit LEO, Perkuat Monitoring Kapal Kerja sama PELNI dan BuanterOne dalam pemanfaatan satelit LEO. dok. PELNI

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mempercepat transformasi digital sektor pelayaran dengan memperkuat sistem komunikasi kapal berbasis teknologi satelit Low Earth Orbit (LEO). 

Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan pemantauan perjalanan kapal, perencanaan rute, serta ketepatan jadwal pelayaran secara real-time dan terintegrasi.

Penguatan sistem digital tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong digitalisasi sektor transportasi dan logistik laut. 

Melalui pendekatan berbasis data, PELNI menargetkan operasional armada yang lebih efisien, terukur, dan andal, sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran serta kualitas layanan bagi penumpang dan pengguna jasa.

Dalam implementasinya, PELNI menggandeng BuanterOne, penyedia layanan telekomunikasi satelit di bawah naungan PT Dwi Tunggal Putra (DTP), untuk periode kerja sama 2026–2029. 

Kolaborasi ini ditandai dengan seremoni kick-off di atas KM Nggapulu yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (27/2), sebagai simbol penerapan teknologi langsung di pusat operasional pelayaran.

Sebelumnya, sistem komunikasi PELNI masih mengandalkan satelit Geostationary Earth Orbit (GEO) yang berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer dari permukaan Bumi. 

Beralih ke satelit LEO yang beroperasi di ketinggian sekitar 500–1.200 kilometer, konektivitas kapal kini memiliki latensi jauh lebih rendah, berkisar 70–100 milidetik, mendekati performa jaringan fiber optik. 

Sebaliknya, satelit GEO umumnya memiliki latensi 550–1.500 milidetik yang membuat koneksi relatif lebih lambat.

Teknologi satelit LEO menjadi fondasi utama penguatan Sistem Komunikasi Kapal (SisKomKap) PELNI. 

Dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah, sistem ini memungkinkan pertukaran data dan komunikasi berlangsung stabil dan real-time, termasuk saat kapal beroperasi di wilayah perairan terpencil dan terdalam Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati mengatakan modernisasi sistem komunikasi kapal merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik sekaligus upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan publik.

“Pemanfaatan teknologi satelit LEO BuanterOne di seluruh armada PELNI merupakan wujud nyata digitalisasi maritim. Konektivitas yang lebih stabil memungkinkan koordinasi antara kantor pusat dan kru kapal berlangsung cepat dan akurat. Ini bukan semata soal teknologi, tetapi menyangkut keselamatan pelayaran, efisiensi operasional, serta kenyamanan penumpang sebagai prioritas utama kami,” ujar Anik.

Chief Sales & Marketing Officer BuanterOne Budi Santoso menjelaskan solusi yang dihadirkan dirancang khusus untuk menjawab kompleksitas operasional sektor maritim nasional. 

Layanan tersebut mencakup internet satelit LEO berkecepatan tinggi, pemantauan kapal berbasis Vessel Monitoring System (VMS) dan Automatic Identification System (AIS), serta sistem pemantauan ketepatan waktu pelayaran secara real-time.

Selain itu, sistem komunikasi kapal PELNI juga diperkuat dengan layanan komunikasi suara melalui SatPhone dan VoIP, infrastruktur Wi-Fi kapal, serta out-of-band management yang memungkinkan pengelolaan dan pemeliharaan perangkat dilakukan dari jarak jauh.

“Melalui konvergensi teknologi satelit LEO dan sistem monitoring seperti AIS dan VMS, manajemen PELNI dapat memiliki visibilitas penuh terhadap armada setiap saat. Kami membawa teknologi masa depan ke kapal hari ini untuk mendukung operasional yang lebih aman, efisien, dan terukur,” kata Budi.

Implementasi SisKomKap berbasis satelit LEO ini diharapkan mampu mengoptimalkan proses bisnis PELNI di tengah meningkatnya mobilitas penumpang dan distribusi logistik nasional pada 2026. 

×
back to top