MIT tidak lagi adakan kerjasama penelitian bersama Huawei dan ZTE

Universitas tersebut juga akan menambah lapisan pengawasan ekstra untuk proyek-proyek dan pendanaan yang terkait dengan China, Rusia dan Arab Saudi.

MIT tidak lagi adakan kerjasama penelitian bersama Huawei dan ZTE Source: Pexels

Massachusetts Institute of Technology (MIT) dikabarkan menunda pendanaan hubungan penelitiannya dengan Huawei dan ZTE karena adanya proses investigasi dari Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan-perusahaan asal China. Dilansir dari Engadget (4/4), universitas tersebut juga akan menambah lapisan pengawasan ekstra untuk proyek-proyek dan pendanaan yang terkait dengan China, Rusia dan Arab Saudi.

MIT tidak menerima perjanjian baru atau memperbarui perjanjian yang sudah ada dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya karena investigasi federal mengenai pelanggaran pembatasan sanksi,” kata rektor Richard Lester. Universitas ini berencana untuk meninjau kembali hubungannya dengan dua perusahaan tersebut secara keseluruhan.


BACA JUGA

Huawei klaim pendapatan Q1 2019 tumbuh 39 persen YoY

Huawei konfirmasi siap pasok modem 5G untuk iPhone

Siap dijual, Huawei stok 6 juta unit seri P30


MIT melakukan tinjauan kemitraan internasional dan berbagai proyek yang memiliki “resiko tinggi.” Jaksa federal menuduh Huawei dan kepala keuangan Meng Wanzhou melanggar sanksi AS terhadap Iran. Perusahaan itu juga dituduh mencuri rahasia dagang.

Sementara dari sisi Huawei membantah tuduhan tersebut. Selain itu, AS berusaha membatasi upaya perusahaan konglomerat ini untuk menjadi pemain dominan di 5G, karena AS khawatir China akan menggunakan infrastruktur Huawei untuk memata-matai AS dan sekutunya.

Hingga sekitar bulan Agustus, Huawei adalah bagian dari kelompok yang memiliki lebih dari 80 mitra (termasuk Intel dan Salesforce) yang membantu mendanai penelitian Media Lab MIT. Universitas-universitas AS lainnya, termasuk Stanford dan University of California, Berkeley, juga memutuskan atau menangguhkan hubungan dengan Huawei.

Di bawah undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada bulan Agustus, entitas yang menerima dana federal tidak dapat menggunakan peralatan tertentu dari Huawei atau ZTE.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: